Mengapa Orang Islam Takut Neraka?

Hampir semua orang bergama takut akan neraka. Mengapa orang Islam takut neraka? Bagaimana kita dapat menghilangkan ketakutan itu?

Islam mengajarkan bahwa neraka adalah tempat yang paling ngeri. Tidak ada orang yang mau ke neraka, tapi masalahnya kita semua berdosa.

Ada seorang wanita yang meninggal dunia dengan damai karena tidak takut neraka lagi. Bagaimana bisa? Silakan nonton video di bawah untuk menemukan jawabannya. Lalu hubungi kami bila Anda ingin bebas dari ketakutan akan neraka atau ada pertanyaan.

 

 

FOKUS PERTANYAAN UNTUK DIJAWAB PENONTON

Staf Takut Neraka berharap Penonton hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Kira-kira apa yang paling menakutan Anda? Mengapa?
  2. Menurut saudara, mengapa orang Islam takut neraka?
  3. Bagaimana cara wanita di video tidak takut neraka lagi? Apakah Anda rela percaya kepada Isa agar tidak takut lagi?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-81000-718.

TINGGALKAN KOMENTAR


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Penonton yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
  2. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
  3. tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
  4. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
  5. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan hubungi kami.

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

20
Meninggalkan Komentar

1000
7 Comment threads
13 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
10 Comment authors
  Subscribe  
Beritahulah
ayu lestari .j

~
Jawaban pertanyaan #1

Jawabannya adalah, karena agama Islam itu suci. Terkadang seseorang menyalah-gunakan agamanya. Meninggalkan apa yang diperintahkan Allah dan melaksanakan apa yang dilarang Allah. Serta mempercayai selain Allah. Tidak meyakini adanya Tuhan dan Tuhan hanya satu yaitu yang tidak berwujud sama sekali serta tidak menyerupai bentuk. Seseorang tidak akan dapat mengetahui-Nya, tapi Dia benar ada karena tidak mungkin manusia ada dengan sendirinya.

Kesimpulannya, bukan agamanya yang salah, tapi manusianya yang menyepelehkan segalanya. Dia tidak menyadari kalau tidak selamanya dia akan hidup. Padahal Tuhan selalu memperingati dengan musibah yang menimpanya.

Islam mengajarkan untuk tidak memaksa siapun untuk masuk Islam dan mengejek keyakinan lain, karena Allah swt maha penyayang. Tapi Islam hanya mengingatkan saudaranya bahwa Tuhan hanya satu yaitu Allah swt.

tn-komentar1

~
Sungguh menarik sekali jawaban yang Anda berikan. Terutama kalimat Anda yang mengatakan bahwa “Islam itu suci.”

Mungkin karena umat Muslim tahu bahwa Islam itu suci, sehingga mereka selalu berusaha untuk hidup suci. Sayangnya, sekuat apapun usaha kita untuk hidup suci, semua adalah sia-sia. Karena natur manusia adalah pendosa.

Ketidak-berdayaan Muslim untuk bisa hidup suci, telah membuat mereka selalu dihantui oleh rasa takut akan neraka. Sebab Allah yang suci dan sempurna hanya menginginkan orang-orang suci masuk dalam sorga-Nya.

Lantas, apakah kita seumur hidup harus berada dalam bayang-bayang ketakutan akan neraka? Alhamdulillah, Isa Al-Masih, dalam Kitab Allah telah memberi jalan keluarnya.

Isa berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan [neraka], melainkan ia akan mempunyai terang hidup [sorga] (Injil, Yohanes 8:12).
~
Staff TN

Freeze

~
Islam rahmat bagi semesta alam, dan kemurnian Al-Quran dan Islam akan selalu dilindungi oleh Allah SWT (Al-hijr:9).

tn-komentar1

~
Allah itu maha besar dan maha berkuasa. Tentulah Ia tidak akan membiarkan manusia mengotori firman-Nya yang suci.

Kembali kepada topik artikel di atas tentang fakta bahwa seorang Muslim yang meyakini bahwa Islam rahmat bagi semesta alam, masih juga takut akan neraka.

Kalau tidak keberatan, dapatkah Sdr. Freeze menjelaskan mengapa orang Islam masih selalu dihantui rasa ketakutan akan neraka?
~
Staff TN

tri

~
Berati kalau sudah mengikut Yesus berarti boleh berbuat semaunya dan tidak usah takut dosa dan neraka, karena suda dijamin.

tn-komentar1

~
Benar, seseorang yang sudah menerima Yesus (Isa Al-Masih) sebagai Juruselamat, tidak lagi khawatir atau takut akan neraka. Karena ia sudah yakin, kelak bila ajal menjemput dia sudah tahu kemana ia akan pergi.

Isa berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Injil Yohanes 10:11).

Isa Al-Masih lewat pengorbanan-Nya di salib, sudah memberikan jaminan keselamatan, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil Yohanes 3:15).

Seseorang yang sudah menjadi pengikut Isa, akan hidup sesuai dengan ajaran Isa. Dan Isa tidak pernah memberi ajaran yang melanggar kebenaran firman Allah.
~
Staff TN

zain

~
Muslim itu tidak takut neraka. “Barangsiapa sebelum mati bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah swt dan bersaksi Muhammad utusan Allah, maka ia pasti masuk surga” Alhadist.

tn-komentar1

~
Sepertinya komentar Anda di atas tidak sejalan dengan ayat Al-Quran berikut ini: “Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak hidup” (Qs 20:74)

Tentu Anda setuju dengan saya, bila saya katakan semua orang berdosa. Bahkan nabi sekalipun tidak ada yang luput dari dosa. Misalnya kutipan hadist berikut: “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi . . .” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715).

Mungkinkah ayat Al-Quran di atas salah satu alasan yang menyebabkan Muslim selalu dihantui rasa takut akan neraka?

Bagaimana tanggapan Sdr. Zain?
~
Staff TN

Adi

~
Kalau begitu, apapun yang dilakukan (berbuat kebajikan atau dosa) asal yakin saja Isa Al-Masih Juruselamat, maka akan masuk surga. Begitukah?

tn-komentar1

~
Iman kekristenan mengajarkan bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Allah dalam Isa Al-Masih. Tapi, kehidupan kekristenan tidak berhenti sampai di situ saja.

Sebagai wujud dari pengakuan bahwa Isa adalah Juruselamat, seseorang harus menyerahkan hidup sepenuhnya dalam kehendak-Nya. Dengan kata lain, hidup sesuai kebenaran firman Allah.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus [Isa], ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

Jadi, seseorang yang ingin mendapatkan hidup kekal, pertama yang harus dilakukan adalah menerima dan mengimani Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat. Setelah itu, hidup sesuai kebenaran firman Allah.
~
Staff TN

Eka setiawan

~
Jawaban pertanyaan #2 “Menurut saudara, mengapa orang Islam takut neraka?”

Itu berlaku secara umum. Karena kalau dalam konteks orang Islam, berarti secara keseluruhan orang Islam takut neraka.

Aktualnya, mereka yang hidup sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama, berbuat baik, beribadah, menjadi pribadi dan karakter yang baik. Mereka tidak akan berfikir tentang neraka. Karena di dalam Islam ada konsep untuk menjaga hubungan dengan Tuhan (yaitu beribadah, mengikuti ajaran-Nya dan menjauhi larangan-Nya).

Dan juga ada konsep menjaga hubungan baik sesama manusia. Hanya mereka mereka yang sesat dan melenceng dari ajaran yang baiklah, yang akan masuk dalam neraka seperti yang digambarkan dalam video di atas. Terimakasih.

tn-komentar1

~
Terimakasih Sdr. Eka,

Tapi rasanya sulit menemukan Muslim yang sudah merasa yakin bahwa mereka akan terhindar dari neraka. Biasanya mereka selalu berkata ‘insyallah’ bila Allah berkehendak.

Dapat dimaklumi, karena beberapa ayat Al-Quran memastikan orang-orang berdosa akan masuk neraka. Dan kita tahu semua manusia, termasuk saya dan Sdr. Eka, berdosa.

Jadi sebenarnya masalah utama bukan seberapa baik Anda hidup di dunia ini. Tetapi, apakah hutang dosa Anda sudah lunas atau belum. Itulah pertanyaan yang tidak semua manusia menemukan jawabannya.

Pada hal, Isa Al-Masih sudah sangat jelas berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup . . .” (Injil Yohanes 14:6).

Hanya dengan menerima Kebenaran Isa Al-Masih seseorang dapat yakin akan terhindar dari neraka, karena hutang dosanya sudah lunas!
~
Staff TN

Muhammad Guntur

~
Agamamu agamamu, agamaku agamaku. Sampai dajjal muncul pun kita tidak akan selesai jika harus berdebat antar agama. Tunggu saja, sungguh kami orang Islam juga sedang menunggu kebenaran dari Allah SWT.

tn-komentar1

~
Sdr. Muhammad Guntur,

Karena hingga saat ini pun Anda masih menunggu kebenaran dari Allah, ijinkanlah saya membagikan kebenaran Allah yang sudah saya miliki.

Sabda Isa, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku”
(Injil Yohanes 14:6).

Selagi masih ada waktu dan kesempatan, kiranya Anda dapat meluangkan waktu untuk merenungkannya.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang Sang Kebenaran tersebut, Anda dapat menghubungi saya langsung lewat email di: staff@takutneraka.com.
~
Staff TN

Adi

~
Namun, bukankah Isa diutus hanya untuk domba-domba yang tersesat dari Bani Israil? Bukan untuk seluruh manusia.

Dan Isa berkata tentang hal gembira, yakni adanya nabi setelahnya yang memiliki ahlak lebih mulia dari Isa sebagai penyempurna, paripurna dari ajarannya. Dan jika memang percaya pada Isa, mengapa nabi paripurna tersebut tidak diikuti ajarannya? Bukankah jika percaya terhadap seluruh ajaran Isa maka setiap ucapannya yang baik harus diimani pula?

Lalu untuk meyakinkan saya, jika ajaran tersebut benar maka mengapa terjadi revisi terhadap isi kitab sucinya?

Izinkan saya berkata, mohon maaf dengan segala kekurangan saya dalam bertanya, saya hanya mencari kebeneran bukan pembenaran.

tn-komentar1

~
Pertama-tama memang tujuan Isa adalah menyelamatkan bangsa Israel. Tapi bukan berarti keselamatan yang Isa bawa hanya untuk bangsa Israel saja. Itulah sebabnya Isa memberi perintah kepada para pengikut-Nya untuk memberitakan kabar Keselamatan tersebut ke seluruh manusia. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku . . .” (Injil Matius 28:19).

“ . . . Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Injil Yohanes 14:16)

Teman-teman Muslim sering mengartikan kata “seorang Penolong” pada ayat di atas adalah Nabi Islam. Jelas hal itu salah. Yang dimaksud dengan “Penolong” di atas adalah Roh Kudus. Perhatikan kata “menyertai kamu selama-lamanya” pada ayat tersebut. Apakah seorang nabi dapat hidup kekal di dunia selama-lamanya?

Karena pertanyaan Anda begitu banyak dan sulit untuk menjelaskan secara rinci di sini karena keterbatasan tempat. Bila Anda tidak keberatan, saya mengajak Anda untuk diskusi lewat email. Silakan menghubungi saya di: staff@takutneraka.com.
~
Staff TN

Abi

~
Saya setuju dengan teman-teman Muslim. Dan perlu staff TN ketahui bahwa justru keimanan Muslim adalah surga itu milik yang meyakini.

tn-komentar1

~
Sewaktu saya masih pelajar, saya ingin nantinya menjadi orang sukses. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, saya belajar dengan giat. Saya meyakini suatu hari nanti saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan.

Ketika saya ingin menjadi orang sukses, tentu ada hal-hal yang harus saya lakukan. Misalnya belajar dengan giat. Keberhasilan tidak bisa didapat hanya dengan meyakininya saja.

Demikian juga dengan hal sorga. Dengan meyakini saja tidak akan serta-merta membuat kita terhindar dari neraka dan masuk sorga. Memang kita perlu mengimaninya, tapi firman Allah berkata, “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”

Anda meyakini dan beriman akan memiliki sorga. Pertanyaan saya, hal-hal apa sajakah yang sudah Anda lakukan untuk mewujudkan keinginan Anda tersebut?
~
Staff TN

Gendon

~
Jawaban atas tiga pertanyaan di atas:

1. Yang saya takutkan adalah tidak menjalankan agama yang aku haqqul yakini secara kaffah. Mengapa? Karena Al-Quran adalah protokol dan tuntunan kehidupan dan Alhadist adalah standard operating procedures dalam menjalani hidup. Muslim yang berpegang teguh terhadap keduanya, niscaya akan Kaffah.

2. Orang Islam yang takut neraka adalah yang belum memahami intisari ajaran Islam sepenuhnya dan utuh (Kaffah). Perlu menggali dan belajar lagi terhadap kedua pedoman di atas. Bukan hidup setelah mati (sorga atau neraka) namun lebih kepada bagaimana setiap individu semasa hidupnya mengikuti kedua pedoman tersebut. Bila itu terjadi, niscaya umat manusia akan mempunyai akhlak yang kharimah semasa hidupnya. Umat manusia yang sadar selalu berserah diri, karena paham sepenuhnya “we are just a dust in the galaxy.” Ada dzat yang Maha Sempurna yang patut diibadahi, yakni Allah. Itulah tujuan semula manusia berada di bumi ini, sebagai khalifah.

3. Ibu yang absurd, non sense, dia yang berbuat dosa, kok diselamatkan oleh makhluk lain?

tn-komentar1

~
Terimakasih Sdr. Gendon atas jawaban yang sudah diberikan.

Apa yang Anda jelaskan di atas betul. Setiap umat beragama perlu menjalankan agamanya secara sempurna. Tapi masalahnya, tidak ada manusia yang sempurna. Dengan kata lain, mustahil manusia dapat menjalankan agamanya secara sempurna.

Di sisi lain, Allah itu sempurna adanya. Ia ingin orang-orang yang masuk ke dalam sorga-Nya adalah orang yang sempurna 100% bersih dari dosa. Bila hanya bersandar kepada kekuatan kita untuk mencapai kesempurnaan itu, jelas hal itu sangat mustahil.

Fakta ini akan membuat kita selalu dihantui rasa takut bila kelak meninggal akan masuk neraka. Untuk menghilangkan rasa takut tersebut, kita memerlukan pertolongan dari Allah.

Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Efesus 2:8).

Jika Anda ingin mengetahui cara mendapatkan kasih karunia Allah itu, kita dapat membahasnya lewat email. Ini emai saya: staff@takutneraka.com.
~
Staff TN