Manfaat Sholat Taubat Tiap Hari Dan Jaminan Surga

siluet wanita sholat

Apakah Anda sadar akan segala dosa yang telah Anda lakukan selama ini? Dan ingin beroleh pengampunan atas semua dosa-dosa Anda? Mungkin Anda sholat taubat setiap hari karena takut masuk neraka dan rindu Allah mengampuni dosa-dosa Anda.

Apakah manfaat sholat taubat tiap hari dapat membersihkan dosa dan menjamin masuk surga? Atau, adakah cara lain yang lebih pasti?

Sholat Taubat Untuk Pengampunan Dosa

Sholat taubat dilakukan untuk memohon pengampunan Allah SWT atas segala dosa umat Muslim. Syaratnya yaitu:

  • Dilakukan dengan ikhlapria sholats dan sungguh-sungguh
  • Adanya penyesalan atas segala dosa yang pernah diperbuat.
  • Bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan untuk selama-lamanya, baik dalam hati maupun perbuatan.
  • Hendaknya taubat dilakukan sebelum meninggal.

Al-Quran menuliskan, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan ‘Taubat Nasuha’ (taubat yang sebenarnya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Surga . . .” (Qs 66:8).

Manfaat Sholat Taubat Tiap Hari

Apakah Muslim yang bersholat taubat setiap hari pasti bebas dari hukuman dosa?

api dan kegelapanBukankah Islam mengajarkan bahwa para Mukmin juga harus melewati jembatan sirat/neraka yang sangat panjang, gelap, dan sangat mengerikan? Mereka malah bisa jatuh ke dalam neraka itu.

Bukankah Allah SWT akan menimbang amal baik dan dosa-dosa mereka, lalu menghisab/menghukum dosa-dosa mereka di neraka? Setelah selesai, Allah SWT akan mengeluarkan mereka dari neraka itu.

Namun, ayat Al-Quran lainnya menyatakan bahwa siksa neraka itu kekal.Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam” (Qs 43:74).

Jika masih menderita itu semua, maka manfaat sholat taubat setiap hari tidaklah menjamin masuk surga, bukan? Jelaskan pendapatmu di sini.

Inikah Penjamin Masuk Surga?

Lalu bagaimanakah supaya manusia berdosa terjamin pengampunan dosa dan hidup kekalnya di surga?

Kitab Allah bersaksi bahwa ada Pribadi yang rela menggantikan hukuman dosa kita. “. . . Kristus [Isa Al-Masih] hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan . . . menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, Surat Ibraini 9:27-28).

Isa Al-Masih yang penuh kasih telah rela membayar lunas hukuman dosa manusia melalui penyaliban-Nya. Melalui penyaliban-Nya itu, Isa Al-Masih menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal setiap orang yang beriman kepada-Nya.

Karena itu, kita semua, termasuk umat Islam dan Nasrani, harus bertobat dengan percaya kepada Isa Al-Masih. Maka Dia akan mengampuni segala dosamu dan menjamin keselamatanmu di surga-Nya yang abadi.

Jadi bukan sholat taubat yang menjamin masuk surga, tetapi beriman kepada Isa Al-Masih yang telah membayar lunas hutang dosa melalui penyaliban-Nya. Jika punya pertanyaan, emailkan di sini.

 

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf Takut Neraka berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah sebabnya manusia membutuhkan pengampunan Allah?
  2. Menurut artkel di atas, mengapa sholat taubat tidak menjamin masuk surga?
  3. Mengapa hanya iman kepada Isa Al-Masih yang menjamin masuk surga? Jelaskan alasannya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas atau ketakutan akan neraka maaf bila terpaksa kami hapus.

Ditulis oleh: Sulaiman

1 2 votes
Article Rating
Subscribe
Beritahulah
44 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Gandhi Waluyan
1 tahun yang lalu

~
Tidak mengerti ilmu Al Quran mau membahas ayat Al Quran? Allah pasti menerima taubat seseorang. Ada pesan Allah, jangan putus asa dengan rahmat Allah. Makanya sholat taubat tiap hari tidak jadi masalah, malah bagus. Toh cuma dua rakaat. Sholat wajib saja 17 rakaat sehari semalam dikerjakan. Mengapa tiap hari perlu shokat taubat? Karena kita sebagai manusia tidak luput dari dosa tiap hari. Membenci seseorang, menginginkan punya orang, berprasangka buruk itu semua dosa yang mesti dimintakan pengampunan. Bisa hanya beristigfar, ada yang harus dengan sholat taubat.

Bagaimana jika kita belum sempat bertaubat keburu mati? Selama tidak pernah murtad tetap akan masuk surga setelah dicuci di neraka. Apa yang dimaksud dengan QS 43:74 itulah yang murtad, mempercayai selain Allah sebagai tuhan. Misalnya mempercayai Yesus yang adalah manusia anak Maria sebagai tuhan, itu sudah jelas neraka tempatnya selamanya. Sedangkan injil Surat Ibrani adalah penyesat dari setan. Itu adalah pendapat pribadi Paulus.

Editor
tn-komentar1
1 tahun yang lalu
Reply to  Gandhi Waluyan

~
Mengharapkan rahmat Allah SWT dengan tidak putus asa menandakan tidak ada yang pasti pada Allah SWT. Nampaknya ketidakpastian itupun muncul dalam pernyataan anda di atas. Al-Quran telah menyatakan kalau orang berdosa akan kekal di neraka (Qs 43:74). Ayat tersebut tidak memberikan klasifikasi tertentu atau menjelaskan jenis dosa secara rinci. Ini berarti sholat tidak memberikan dampak keselamatan bagi Anda.

Saya tanya anda. Kalau Al-Quran tidak memberikan jaminan pasti masuk sorga, maka apa manfaat sholat? Mengapa orang yang bertakwa pun harus masuk neraka (Qs 19:72)? Bagaimana?
~
Staff TN

yahya
1 tahun yang lalu

~
Yang jelas admin keliru bahwa Alloh selalu menerima taubatnya seorang hamba.

Editor
tn-komentar1
1 tahun yang lalu
Reply to  yahya

~
Memang benar jika Allah menerima tobat setiap manusia. Tetapi sholat bukan jaminan bisa selamat di akhirat. Sekalipun sholat merupakan upaya Anda untuk bisa selamat dari neraka. Saya tanya Anda. Apakah Anda yakin bahwa sholat taubat bisa menolong Anda selamat di akhirat? Apa jaminannya? Bagaimana Anda bisa memperoleh kepastian bahwa sholat taubat bisa menjamin Anda selamat di akhirat? Bagaimana?
~
Staff TN

bilman sinaga
1 tahun yang lalu

~
1. Karena dengan pengampunan yang dari Allah kita bisa lepas/ bebas dari hukuman neraka

2. Karena sholat taubat belum tentu bisa pasti masuk surga

3. Karena Isa al-Masih sendiri yang mengatakan “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”

Editor
tn-komentar1
1 tahun yang lalu
Reply to  bilman sinaga

~
Terimakasih Sdr. Bilman untuk tiga jawaban yang sudah Anda berikan. Saya setuju dengan Anda bahwa pengampunan untuk lepas dari hukuman dosa hanya ada pada Allah. Amal, sholat, ibadah, dan kegiatan agama lainnya tidak dapat melepaskan seseorang dari hukuman dosa tersebut.
~
Staff TN

Herman
1 tahun yang lalu

~
Karena, ternyata jaminan yang dijanjikan Islam itu tidak nyata, hanya rekayasa. Jaminannya hanyalah sholat itu sendiri, yang mana kebenarannya tergantung pada diri sendiri. Artinya, jaminan Islam adalah diri sendiri.

Tidak ada yang menjamin keselamatan kekal bagi Muslim, selain sholatnya sendiri, selain dirinya sendiri. Mutlak itu hanyalah “mudah mudahan” yang tidak pernah berujung pada kepastian. Muslim dipermainkan oleh ajaran agamanya sendiri.

Editor
tn-komentar1
1 tahun yang lalu
Reply to  Herman

~
Saya setuju dengan Anda bahwa dalam Islam tidak ada jaminan yang nyata tentang terhindar dari neraka. Sebaliknya, ayat Al-Quran dan hadist menjamin Muslim akan ke neraka. Tetapi saya kurang setuju bila Anda mengatakan bahwa Muslim dipermainkan ajaran agamanya sendiri. Semua agama, termasuk Islam tentu mengajarkan hal yang baik.

Setiap orang tentu merasa takut akan kengerian neraka. Berbagai hal dilakukan manusia agar terhindar dari kengerian itu. Sholat taubat tiap hari adalah salah satu cara yang ditawarkan dalam agama Islam. Walau memang, menurut kebenaran firman Allah, cara tersebut tidak jaminan.

Satu-satunya cara yang Allah tawarkan adalah melalui Isa Al-Masih yang telah membayar lunas hutang dosa tersebut. Sehingga memungkinkan bagi siapa saja yang beriman kepada-Nya, akan terhindar dari ketakutan akan neraka.
~
Staff TN

MasBaka
11 bulan yang lalu

~
“Kalau Al-Quran tidak memberikan jaminan pasti masuk sorga, maka apa manfaat sholat? Mengapa orang yang bertakwa pun harus masuk neraka? Bagaimana?”

1. Jika yang permasalahkan adalah “Kalau … “, ini hanyalah kalimat pengandaian. Tapi kenyataannya sudah jelas tertulis di dalam al quran bahwa Allah menjamin surga bagi orang yang bertaqwa
2. Jika yang ditanya adalah apa manfaat sholat yang 5 waktu? Salah satunya yaitu sebagai penggugur dosa dosa kecil yang dilakukan oleh manusia (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667).
3. Jika yang ditanya adalah orang yang bertaqwa, maka saya yang saya jawab adalah “kamu tidak bisa membedakan apa makna dari orang bertaqwa dan orang beriman”. Orang yang beriman belum tentu termasuk orang-orang yang bertakwa, karena banyak di antara orang-orang yang beriman melanggar perintah Allah dan mengerjakan larangannya. Apabila dosanya lebih banyak dari amal kebaikannya, maka ia akan disiksa lebih dahulu dalam neraka sesuai dengan dosa yang diperbuatnya.

Editor
tn-komentar1
10 bulan yang lalu
Reply to  MasBaka

~
MasBaka,

Saya menghargai pendapat Anda di atas. Sekalipun pendapat Anda tidak memiliki dasar yang jelas dari Al-Quran. Sebab Al-Quran menyatakan, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut” (qs 19:71-72). Bukankah ayat ini menegaskan bahwa orang bertakwa pun masuk neraka? Mengapa orang bertakwa pun masuk neraka?
~
Staff TN

MasBaka
10 bulan yang lalu

~
“Bukankah ayat ini menegaskan bahwa orang bertakwa pun masuk neraka? Mengapa orang bertakwa pun masuk neraka?”

Di sini itu anda telah salah menafsirkan arti dari Al-Quran tersebut. Al-Quran tidak bisa asal ditafsirkan jika tidak memiliki ilmu dalam berbahasa Arab. Sama halnya jika mempelajari bahasa Inggris. Satu kalimat tapi memiliki makna yang berbeda jika dipelajari lebih dalam. Maksud dari “kemudian kami akan menyelamatkan orang bertaqwa…” adalah setelah orang meninggal dalam keadaan Muslim dan bertaqwa, kemudian Allah akan menyelamatkan orang yang bertaqwa dari neraka serta panasnya api neraka ketika ingin melewati jembatan shiratal mustaqim menuju surga. Intinya jika ingin berpendapat tentang arti dalam suatu Al-Quran. Tafsirlah dengan yang memiliki ilmu dalam menafsir Al-Quran. Yaitu orang yang paham dengan kaidah-kaidah bahasa Arab.

Editor
tn-komentar1
10 bulan yang lalu
Reply to  MasBaka

~
Saya menghargai pendapat Anda mengenai tafsiran ayat tersebut. Jika kita membaca ayat tersebut secara teliti, maka tidak ada indikasi bahwa yang dimaksud adalah setelah orang meninggal dalam keadaan Muslim dan bertakwa. Adalah janggal juga bila orang bertakwa masuk neraka. Tentu ini perlu dipertanyakan juga, bukan? Itu sebabnya, saya bertanya kepada Anda. Mengapa orang bertakwa pun masuk neraka? Anda belum menjawab pertanyaan ini sebab faktanya Al-Quran menyatakan demikian.
~
Staff TN

Bambank
10 bulan yang lalu

~
Ayat mana pada Perjanjian Lama yang menyatakan Isa Al-Masih adalah Tuhan? Kalau mau mengajak orang masuk agamamu bukan seperti ini caranya bung. Tidak harus menjelekkan agama lain.

Editor
tn-komentar1
10 bulan yang lalu
Reply to  Bambank

~
Bambank,

Anda memberikan pertanyaan menarik. Coba baca Yesaya 9:5. Di sana dijelaskan bagaimana seorang anak adalah Allah yang perkasa. Tentu ini janggal, bukan? Nah, saya tanya Anda sesuai dengan artikel di atas. Menurut artkel di atas, mengapa sholat taubat tidak menjamin masuk surga? Bagaimana Anda menjelaskannya?
~
Staff TN

Firly Mohammad
9 bulan yang lalu

~
1. Karena manusia itu hamba ciptaanNya yang tidak luput dari dosa.
2. Yang menjamin syurga hanya Allah SWT. Artikel di atas hanya karangan manusia yang tidak faham tentang Islam.
3. Menurut saya sebagai Muslim Isa adalan seorang nabi yang wajib saya percayai sebagai salah satu dari para nabi-nabi Allah SWT dan bukan penjamin masuk syurga.

Editor
tn-komentar1
8 bulan yang lalu
Reply to  Firly Mohammad

~
Firly,

1. Hakikat manusia telah berdosa sehingga sulit bagi manusia masuk sorga tanpa pertolongan Allah. Apa Anda yakin dan pasti masuk sorga? Mengapa?

2. Saya tahu bahwa Allah yang menjamin sorga. Tapi Allah SWT tidak pernah memberikan kepastian masuk sorga. Coba saya tanya Anda. Ditulis dimanakah di Quran bahwa Allah SWT memberikan jaminan pasti masuk sorga?

3. Apa Anda telah membaca riwayat Isa Al-Masih dari Injil? Kalau Isa Al-Masih hanya dipercaya saja tanpa dipelajari, maka hal itu tidak memberikan efek apapun terhadap pengungkapan kebenaran. Apa manfaat sholat bila Anda tidak memiliki jaminan pasti masuk sorga?
~
Staff TN

Asmah
8 bulan yang lalu

~
Saya bantu jawab.
1. Mengapa manusia membutuhkan pengampunan? Karena manusia “merasa” melakukan dosa dan merasa kotor dan menginginkan ampunan. Secara fitrah manusia menyukai kesucian, tetapi kepentingan dunia yang membuatnya kotor.

2. Shalat taubat tidak menjamin masuk surga. Itu sudah jelas. Hanya orang yang “diinginkan” Allah yang bisa masuk surga. Bagaimana caranya bisa menjadi orang yang “diinginkan” Allah masuk surga? Ikuti semua perintah Allah dan jauhi semua larangannya serta jangan pernah menyekutukannya. Kalau sampai melanggar yang dilarang Allah, shalat taubatlah. Masalahnya apakah manusia benar-benar tahu dosa yang tidak disadarinya dan dosa yang tidak disengajanya? Dari dosa yang tidak disengaja dan dosa yang tidak disadari inilah yang bisa menyeret manusia masuk neraka.

3. Kalau soal yang ini saya tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Yang saya tahu surga dan neraka adalah milik Allah mutlak (tidak bisa diganggu gugat). Jika engkau menginginkan masuk surga mintalah kepada Allah.

Editor
tn-komentar1
7 bulan yang lalu
Reply to  Asmah

~
Saya berpendapat bahwa perbuatan apapun tidak bisa menjamin manusia masuk sorga. Apakah Allah tidak memiliki standar untuk masuk sorga? Saya yakin standar Allah adalah suci. Sebab Dia adalah suci. Mengacu pada kesucian Allah, maka tidak mungkin manusia bisa masuk sorga dengan perbuatannya. Apakah Anda adalah orang suci atau mampu menjalankan seluruh perintah Allah tanpa berdosa sama sekali? Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana caranya Anda mampu menjalankan seluruh perintah Allah tanpa berdosa sama sekali? Mohon pencerahan.
~
Staff TN

Aroel
7 bulan yang lalu

~
Kalau betul Yesus menanggung semua dosa setiap manusia, berarti setiap manusia bebas berbuat dosa, memperkosa, mabuk, judi, dll. Apakah kalian memaafkan dan mengizinkan mereka berbuat dosa kepada kalian sendiri?

Editor
tn-komentar1
6 bulan yang lalu
Reply to  Aroel

~
Saya kira memiliki pemikiran untuk bebas berbuat dosa setelah memperoleh rahmat keselamatan dari Allah adalah pemikiran yang tidak bertanggung jawab dan jauh dari pertobatan. Bukankah Allah adalah suci? Apakah Allah yang mahasuci akan mengijinkan manusia yang telah diselamatkan melakukan tindakan-tindakan seperti itu?

Saya bertanya kepada Anda. Mengapa Anda memiliki pemikiran bahwa orang yang telah memperoleh selamat bebas untuk memperkosa, judi, mabuk, dan sebagainya? Mohon pencerahan.
~
Staff TN

Nama
4 bulan yang lalu

~
“…orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS 68-70). Janganlah takut atau ragu untuk taubat kepada Allah, yakinlah bahwa Allah menjamin keselamatan bagi para hambanya. Semoga engkau mendapat pencerahan.

Editor
tn-komentar1
4 bulan yang lalu
Reply to  Nama

~
Nama,

Saya bisa memahami keyakinan dan kepercayaan diri Anda. Sekalipun ayat Al-Quran yang dikutip di atas tidak menjelaskan kepastian masuk sorga, bukan? Ayat tersebut hanya mengganti kejahatan dengan amal. Bila kejahatan Anda lebih banyak dibandingkan amal Anda, maka itu pun tidak menutup kejahatan Anda. Sebaliknya, Anda tetap manusia berdosa yang harus dihukum Allah SWT. Itu sebabnya, banyak orang yang sholat taubat, tetapi selalu gagal memenuhi standar hukum-hukum Allah SWT.

Saya tahu Anda mengalami kebimbangan dan ketidaktahuan tentang nasib Anda di akhirat. Anda mengalami kegelisahan setiap kali situasi akhir-akhir ini semakin mencekam, apalagi dengan wabah Corona. Barangkali juga Anda menganggap hal ini biasa. Tetapi ingatlah, setiap orang akan mengalami kematian, maka jika saat itu tiba, Anda perlu memiliki jaminan pasti masuk sorga. Silakan menghubungi saya melalui email untuk diskusi lebih lanjut.
~
Staff TN

Jonathan
2 bulan yang lalu

~
Untuk membahas keselamatan tidak bisa melalui teori, melainkan harus melalui iman. Iman yang benar terbentuk dari bukti-bukti nyata sbb:
1. Di Alkitab dituliskan keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus (Juruselamat). PL: anak keturunan Daud (cerita harmonis sejalan dari dulu s/d sekarang). PB: Murid-murid melihat kematian & kebangkitan Yesus (dibuktikan oleh banyak orang), sampai kemunculan jemaat mula-mula.

2. Sorry, mungkin sambil tanya-tanya juga. Hal yang membuktikan doa dapat menyelamatkan dari mana? Apa ada orang yang sudah membuktikan dan selamat? Bahkan melenceng sedikit, neraka sudah ada yang ke sana? Mati ya, neraka tidak tahu. Note: Bukan berarti doa tidak penting, doa amat sangat penting, diperlukan untuk meneguhkan iman.

Dari sini kita harus melihat secara garis besar: Iblis juga menyangkal Allah. Apabila Iblis berdoa, apa bisa diselamatkan? (jangan lupa iblis juga ciptaan). Tapi yang membedakan manusia dengan Iblis adalah iman kepada juruselamat, dan kerendahan hati, mengaku diri butuh penolong di luar dirinya sendiri.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  Jonathan

~
Jonathan,

Memang benar bahwa keselamatan hanya diberikan oleh Isa Al-Masih, bukan melalui kegiatan keagamaan. Sebab jika dasar keselamatan manusia diletakkan pada kegiatan keagamaan, maka kegiatan keagamaan menjadi satu-satunya dasar untuk keselamatan manusia. Saya berharap rekan-rekan di forum ini memahami hal ini. Terima kasih.
~
Staff TN

Hendra
2 bulan yang lalu

~
Kalau orang yang jahat tentukan masuk neraka. Kalau orang baik baru bisa surgalah.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  Hendra

~
Hendra,

Sesungguhnya setiap orang pasti masuk neraka. Hal ini bukan didasarkan pada baik atau tidak, melainkan hakikat manusia yang berdosa. Bukti empiris tentang hakikat manusia berdosa dapat terlihat dari hidup Anda. Orangtua mengajarkan kebaikan berarti ada yang salah dengan hakikat manusia. Itu sebabnya, sholat tidak menjamin seseorang masuk sorga.

Oh ya, bagaimana dengan Anda? Apa Anda yakin masuk sorga dengan sholat? Dapatkah Anda menjelaskan hal ini?
~
Staff TN

Jonathan
2 bulan yang lalu

~
1. Karena manusia dilahirkan dalam dosa, hatinya penuh dengan kejahatan dan mati secara rohaniah.
2. Amal baik tidak menjamin kita masuk surga.
3. Manusia memerlukan seorang Penolong dan Isa Al-Masih adalah jalan yang lurus dan yang telah mati untuk menebus dosa manusia

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  Jonathan

~
Jonathan,

Memang manusia telah berdosa sejak semula sehingga tidak mungkin manusia diselamatkan tanpa pertolongan Allah. Patut disyukuri bahwa Allah berkenan nuzul ke dunia untuk menyelamatkan manusia, yaitu Isa Al-Masih. Itu sebabnya, sholat tidak dapat memberikan jaminan pasti masuk sorga. Terima kasih.
~
Staff TN

Maria
2 bulan yang lalu

~
Menurut saya, artikel ini termasuk penistaan agama dan menyesatkan orang Islam agar mempercayai Isa sebagai Tuhan. Padahal Isa seorang nabi dan hanya manusia biasa.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  Maria

~
Maria,

Menarik sekali pendapat Anda. Artikel di atas menjelaskan tentang Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan manusia dari neraka, bukan sholat taubat. Sebab sholat tidak dapat menolong manusia dari neraka. Barangkali Anda dapat membantu saya mengapa sholat taubat dapat menolong manusia masuk sorga. Sebab Isa Al-Masih berfirman, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Mengacu pada firman Isa Al-Masih, maka kita menemukan bahwa keselamatan hanya melalui Isa Al-Masih. Kalau boleh tahu, apa tindakan Allah SWT untuk menyelamatkan Anda dari neraka?
~
Staff TN

ar1990
2 bulan yang lalu

~
Ini pembahasannya ngawur sekali. Sebelum membahas yang seperti ini saran saya mending diperdalam masalah bertaubat. Mending anda bertanya kepada diri anda. Anda menyuruh umat Islam bertaubat kepada Yesus, dalam Perjanjian Baru saja Yesus menyuruh bertaubat kepada Bapa.

Matius: 6:9-13, “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan AMPUNILAH KAMI akan KESALAHAN kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” Logikanya dimana?

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  ar1990

~
Ar1990,

Saya senang Anda mengutip ayat Injil tersebut. Memang ayat tersebut menyatakan demikian. Konteks ayat itu adalah Isa Al-Masih mengajarkan para rasul-Nya berdoa. Dengan demikian, tidak ada yang keliru dengan pengajaran Isa Al-Masih tersebut. Apakah Anda menganggap keliru ketika Isa Al-Masih mengajarkan doa tersebut? Mengapa demikian? Dapatkah Anda menjelaskan?

Jika kita mencermati artikel di atas secara teliti, maka kita menemukan adanya persoalan mendasar pada manusia. Manusia amat sulit untuk taubat sepenuhnya. Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan.
~
Staff TN

ar1990
2 bulan yang lalu

~
Isa mengajarkan rasulnya cara berdoa yang benar dan yang benar berdoa kepada siapa, coba? Tidak ada yang salah memang dengan itu. Yang salah adalah logika anda. Kalau memang yang disembah kepada Yesus mestinya redaksinya “aku” bukan “Bapa”. Jadi, logika anda dipertanyakan. Di dalam Islam sudah jelas setiap orang akan diadili berdasarkan banyaknya amal ibadah yang dilakukannya.

Setiap kebaikan yang diperbuat sekecil apapun akan mendapat ganjarannya dan setiap kesalahan akan mendapat ganjarannya. Ini sesuatu yang masuk akal. Beda dengan asal percaya langsung masuk surga. Ini logika yang biasa digunakan penipu. Sholat taubat tidak langsung menjamin masuk surga tapi baru sebuah awal, semua Muslim juga tahu. Anda yang memelintirnya.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  ar1990

~
Ar1990,

Anda menyatakan bahwa kebaikan kecil pasti mendapatkan ganjarannya. Dengan demikian, kesalahan kecil pun akan mendapatkan ganjarannya, bukan? Ini adalah adil. Nah, pernyataan ini relevan dengan pertanyaan saya yang tidak mampu dijawab oleh Anda. Manusia amat sulit untuk taubat sepenuhnya. Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan. Pertanyaan ini belum terjawab.
~
Staff TN

ar1990
2 bulan yang lalu

~
Saya sudah jawab bahwa Sholat Taubat juga harus diikuti dengan amalan yang menebus dosa di masa lalu. Kalau ada dosa pada sesama manusia yang harus memohon maaf, kalau dosanya sama Allah silakan cari amalan yang bisa menghapus dosa-dosa di masa lalu (salah satunya puasa dan zakat). Saya sudah menjawabnya sebelumnya. Logika anda yang tidak sampai.

Masak cuma asal sholat taubat terus tidak mempertanggungjawabkan kesalahan di masa lalu langsung masuk surga? Payah logika anda. Ibaratnya kalau orang masuk perguruan tinggi harus ikut mata kuliah dan ujian dulu baru bisa dapat ijazah bukan cuman asal mendaftar. Hal ini sudah saya jawab.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  ar1990

~
Ar1990,

Tepat sekali. Saya pun telah menanggapi hal itu, bukan? Jika kebaikan kecil saja diperhitungkan, maka kesalahan kecil seharusnya diperhitungkan. Artinya Anda tidak memiliki kemungkinan untuk selamat sekalipun Anda telah sholat taubat. Sebab kesalahan Anda yang kecil itu sangat banyak sejak Anda masih kanak-kanak. Itu sebabnya, saya mengajukan pertanyaan tersebut. Tetapi saudara tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana dari saya.

Saya ulang lagi pertanyaannya untuk Anda. Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan. Pertanyaan ini belum terjawab.
~
Staff TN

Ar1990
2 bulan yang lalu

~
Kesalahan yang kecil kan bisa ditebus dengan pahala, sholat, dan taubat. Maka dari itu kami umat Islam selalu diajarkan untuk selalu untuk berdoa meminta ampunan kepada Allah. Jika dilakukan dengan baik dan berjanji untuk tidak melakukan dosa itu lagi tentu saja sholat taubat itu akan diterima. Lebih baik anda pelajari kembali apa makna sholat sebelum membuat artikel ini. Lucunya, di komentar sebelumnya anda mengatakan manusia sulit untuk bertaubat sepenuhnya.

Ini yang lucu, karena di dalam Islam taubat berarti meninggalkan semua kejahatan di masa lalu dan tidak mengulangi lagi. Kalau sudah taubat lalu melakukan kesalahan lagi, bukan taubat namanya. Residivis saja kalau keluar penjara lalu buat ulah lagi tetap saja di penjara. Intinya sholat taubat akan diterima kalau yang yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Bagaimana dengan anda? Anda sudah ikuti tuntunan doa dari Yesus belum seperti yang ada di ayat yang saya jabarkan sebelumnya?

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  Ar1990

~
Ar1990,

Benarkah kesalahan kecil bisa ditebus dengan pahala? Apa dasar Anda menyatakan demikian? Apakah itu tertulis dalam Al-Quran atau ajaran para ulama Islam? Jika kesalahan kecil bisa dihapuskan dengan pahala, berapa pahala yang dibutuhkan untuk menghapuskan kesalahan kecil? Tentu ada perhitungannya, bukan? Sebab saya yakin kesalahan kecil Anda lebih banyak dibandingkan pahala Anda. Bukankah demikian?

Lalu, bagaimana dengan pertanyaan saya yang lain? Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan. Pertanyaan ini belum terjawab.
~
Staff TN

ar1990
2 bulan yang lalu

~
Makanya belajar Islam yang benar sebelum berdebat. Dalil saya tentang pahala yang menghapus dosa: “Barangsiapa berpuasa karena imannya (kepada Allah) dan hanya mengharapkan (ridha-Nya), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu). Anda tidak mengerti bahasa di komen saya? Sudah saya bilang berulang kali Sholat Taubat akan diterima jika dosa tersebut tidak diulangi. Paham?

Enak saja anda bilang saya tidak selamat sedangkan keimanan anda saja dipertanyakan. Coba lihat apakah ciri-ciri di dalam Injil Markus 16:16, 17 dan 18 ada pada anda? Kalau tidak berarti keselamatan anda pantas diragukan.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  ar1990

~
Ar1990,

Saya amat senang belajar Islam dengan siapapun, termasuk Anda. Itu sebabnya, saya mengajukan pertanyaan. Saya tidak meminta Anda menjelaskan dari hadits, tetapi dari Al-Quran. Sebab saya telah membaca Al-Quran dan tidak pernah menemukan bahwa sholat taubat bisa menghapuskan dosa. Lalu, benarkah kesalahan kecil bisa ditebus dengan pahala? Apa dasar Anda menyatakan demikian? Apakah itu tertulis dalam Al-Quran atau ajaran para ulama Islam? Jika kesalahan kecil bisa dihapuskan dengan pahala, berapa pahala yang dibutuhkan untuk menghapuskan kesalahan kecil? Tentu ada perhitungannya, bukan? Sebab saya yakin kesalahan kecil Anda lebih banyak dibandingkan pahala Anda. Bukankah demikian?

Lalu, bagaimana dengan pertanyaan saya yang lain? Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan. Pertanyaan ini belum terjawab.
~
Staff TN

ar1990
2 bulan yang lalu
Reply to  tn-komentar1

~
Kalau mau belajar Islam bukan cuma lewat Al-Qur’an, hadits juga penting. Ini sama dengan mengingkari Rasulullah, utusan dari Allah. Bagaimana kalau dibalik, Anda tidak usah mendengar kata-kata dari Paulus dkk, cukup Yesus saja? Semua akademisi Islam tahu. Ini balasan ngeles namanya. Masalah sholat taubat sudah berkali-kali saya jelaskan. Masa jawaban saya tidak bisa dicerna?

Allah SWT dalam Quran surat Hud ayat 114: “Dan laksanakan lah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” Dalam Quran surat Ali Imran ayat 135: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mengetahui.” Baca baik-baik.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  ar1990

~
Ar1990,

Al Imran 135 tidak memberikan kepastian pengampunan, kecuali pertanyaan yang diajukan nabi Anda. Sedangkan Hud 114 memberitahu tentang penghapusan kesalahan-kesalahan melalui shalat. Tetapi siapakah yang berkata-kata di surah-surah tersebut, Allah SWT atau nabi Anda? Jika kesalahan kecil bisa dihapuskan dengan pahala, berapa pahala yang dibutuhkan untuk menghapuskan kesalahan kecil? Tentu ada perhitungannya, bukan? Sebab saya yakin kesalahan kecil Anda lebih banyak dibandingkan pahala Anda. Bukankah demikian?

Lalu, bagaimana dengan pertanyaan saya yang lain? Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan. Pertanyaan ini belum terjawab.
~
Staff TN

ar1990
2 bulan yang lalu
Reply to  tn-komentar1

~
Tanggapan Anda lucu sekali soal “Tetapi siapakah yang berkata-kata di surah-surah tersebut, Allah SWT atau nabi Anda?” Memang siapa yang menurunkan Al-Qur’an? Mending belajar lagi soal Al-Qur’an, kalau memang anda sudah pernah mempelajarinya. Al-Imran 135 dimananya yang tidak ada kepastian? Mending anda belajar ilmu tafsir sana. Kalau mau belajar Al-Qur’an pelajari juga ilmu tafsir, terlihat betul anda amatiran. Terus bagaimana dengan Injil Markus 16:16, 17 dan 18? Apakah anda memiliki kriteria tersebut? Jangan bilang anda sudah pasti selamat sebelum bisa pastikan hal itu.

Editor
tn-komentar1
2 bulan yang lalu
Reply to  ar1990

~
Ar1990,

Saya telah membaca Al-Quran secara menyeluruh dan tidak menemukan jejak di mana Allah SWT menyatakan dan berbicara langsung dengan nabi Anda, kecuali klaim semata. Itu sebabnya, saya mengajukan pertanyaan tersebut. Tetapi hingga saat ini Anda tidak pernah mampu menjawab pertanyaan saya yang amat sederhana.

Siapakah yang berkata-kata di surah-surah tersebut, Allah SWT atau nabi Anda? Adakah bukti Allah SWT menjumpai dan berbicara langsung dengan nabi Anda? Jika kesalahan kecil bisa dihapuskan dengan pahala, berapa pahala yang dibutuhkan untuk menghapuskan kesalahan kecil? Tentu ada perhitungannya, bukan? Sebab saya yakin kesalahan kecil Anda lebih banyak dibandingkan pahala Anda. Bukankah demikian? Pertanyaan ini belum mampu dijawab.

Lalu, bagaimana dengan pertanyaan saya yang lain? Sholat taubat pun tidak menjamin Muslim diterima Allah SWT, bukan? Jika sholat taubat tidak bisa menjamin Anda diterima Allah SWT, bagaimana cara Anda diterima Allah SWT? Mohon pencerahan. Pertanyaan ini pun belum mampu dijawab. Jika Anda tidak menjawabnya, maka komentar Anda berikutnya terpaksa dihapus. Mohon maaf untuk hal ini.
~
Staff TN