Apakah Orang Beragama Karena Takut Neraka?

orang terikatSiapa tidak takut neraka? Apakah orang beragama karena takut neraka? Apakah ketakutan akan neraka memperbudak para Mukmin? Jika demikian, bagaimana mengalami pelepasan dari perbudakan itu?

Bagaimana Ketakutan Memperbudak Seseorang

    1. Pria yang baru diterima sebagai karyawan, ingin diterima oleh karyawan-karyawan lain. Mereka sering mengajak dia menonton pornografi. Tapi dia selalu menolak. Akhirnya, karena takut teman-teman baru di kantor akan mengasingkan dia, ia pun bersedia menonton film porno bersama mereka. Inilah contoh: Ketakutan Kehilangan Teman, Memperbudak Karyawan.

orang memberi uang kepada orang lain

  1. Seorang pekerja mempunyai gaji yang tinggi. Ia tahu sulit mencari pekerjaan lain. Disamping itu, dua anaknya masih bersekolah dan isterinya sedang hamil. Suatu hari pimpinannya memerintahkan ia untuk berbuat curang kepada rekan bisnis mereka. Karena takut dipecat, ia pun menaati perintah pimpinannya. Seperti budak, karyawan itu mengalah pada atasannya. Inilah contoh: “Ketakutan akan Majikan, Memperbudak
  2. Seorang gadis berpacaran dengan pria yang pintar dan ganteng. Pria itu ingin berhubungan seks dengannya tapi dia menolak. Karena ditolak, pria itu ingin mereka putus. Akhirnya, seperti budak, gadis itu mengalah. Inilah contoh: Ketakutan Kehilangan Pacar, Memperbudak Gadis.

Bagaimana Ketakutan Akan Neraka Memperbudak? 

Menurut ajaran agama, menjalankan amal wajib jika ingin menghindari neraka, bukan? Hadith, Al-Quran dan semua ajaran yang para ustad kemukakan menekankan peranan kunci amal.

“Demikian Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka . . . Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . . .” (Qs 2:167, 7:41).

Akibatnya penganut agama selalu merasakan ancaman neraka. Karena takut neraka, walau mungkin tidak mau, seperti budak, ia masih rajin menjalankan amal-amal. Inilah contoh: Ketakutan Neraka, Memperbudak Penganut Agama. (Apakah Anda merasa pantas hidup dengan selalu takut akan neraka?)

Bagaimana Melepaskan Diri dari Perbudakan karena Takut Neraka?

Perhatikanlah ayat suci Kitab Allah:Ia membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian [neraka] (Kitab Allah, Sura Ibrani 2:15). Kebanyakan orang beragama karena takut neraka. Ketakutan akan neraka memaksa mereka beramal. Ketakutan memperbudak mereka!

orang di bawah salibSiapakah “Ia” dalam ayat suci di atas? Isa Al-Masih! Melalui salib-Nya Ia menerima hukuman dosa yang semestinya jatuh kepada kita. Akibatnya, siapapun yang percaya kepada-Nya sebagai Penyelamat, pasti tidak ke neraka. Dosanya sudah dihukum dalam diri Juruselamat.

Sekarang, orang yang menerima keselamatan-Nya masih beramal. Ia beramal seumur hidup sebagai tanda terimakasih kepada Allah, akan kebebasan dari perbudakan takut neraka dan keselamatan kekal! Hubungilah kami jika Anda ingin lepas dari takut neraka!

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf Takut Neraka berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah Anda mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu macam perbudakan yang dijelaskan di atas? Silakan menjelaskan jawaban Anda.
  2. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
  3. Mengapa sebagian orang lebih senang hidup dalam perbudakan karena takut akan neraka? Jelaskanlah jawaban Anda.

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas atau ketakutan akan neraka maaf bila terpaksa kami hapus.

Ditulis oleh: Jason

94
Meninggalkan Komentar

1000
47 Comment threads
47 Thread replies
3 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
44 Comment authors
  Subscribe  
Beritahulah
Deeon

~
Neraka itu diperuntukan orang yang menyembah Tuhan selain Allah. Pertanyaan sederhana kalau Isa Tuhan, apakah Isa itu yang menciptakan kamu? Dalam Islam hanya Tuhan sang pencipta yang berhak disembah?

tn-komentar1

~
Tentu saja Isa Al-Masih yang menciptakan saya. Ini yang tertulis dalam Injil. Sebab Isa Al-Masih yang menciptakan segala sesuatu (Yohanes 1:3). Kalau Isa yang menciptakan saya, maka Isa juga yang menciptakan Anda.

Sekarang saya tanya kepada Anda. Apakah Allah SWT yang menciptakan Anda? Tertulis dimanakah dalam Quran?
~
Staff TN

Nawan

~
Ini artikel model apa?

tn-komentar1

~
Nawan,

Anda memberikan pertanyaan yang menarik. Bila yang dimaksud dengan pertanyaan Anda adalah bersifat kategorial, maka artikel ini model agama. Bukankah amat jelas judul yang dicantumkan di atas? Artikel agama ini menolong kita untuk memikirkan lebih lanjut mengenai konsep seseorang beragama. Apakah ia beragama karena takut neraka atau karena hal lain? Tentu ini yang perlu ditelusuri. Saya bertanya kepada Anda dengan tiga pertanyaan:

1. Apakah Anda mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu macam perbudakan yang dijelaskan di atas? Silakan menjelaskan jawaban Anda.
2. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
3. Mengapa sebagian orang lebih senang hidup dalam perbudakan karena takut akan neraka? Jelaskanlah jawaban Anda.
~
Staff TN

Hendrik

~
Cukup kau bahas agamamu sajalah, jangan kau bahas cuma satu ayat agama yang lain. Jadi, kau tambah bingung dan membingungkan orang lain, cukuplah anda sesat jangan menyesatkan.

tn-komentar1

~
Memang pendapat demikian bisa saja muncul bila kita tidak berusaha mempelajari ajaran tersebut secara menyeluruh. Dengan demikian, kita membuat kesimpulan yang bersifat prematur. Saya tidak sedang menekankan agama tertentu, tetapi saya mencoba menjelaskan tentang Isa Al-Masih kepada semua orang. Sebab banyak orang yang belum mengenal Isa Al-Masih dengan benar. Karena itu, saya senang bila saudara dapat menunjukkan kepada kami bagian yang keliru dari ayat yang dikutip oleh saya. Selain itu, kami mempersilakan Anda menjawab pertanyaan saya di bawah ini:

1. Apakah Anda mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu macam perbudakan yang dijelaskan di atas? Silakan menjelaskan jawaban Anda.
2. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
3. Mengapa sebagian orang lebih senang hidup dalam perbudakan karena takut akan neraka? Jelaskanlah jawaban Anda.
~
Staff TN

Ggggg

~
Cuma hanya karena kitab buatan manusiamu yang artinya terserah dengan pastur-pasturmu. Isa yang pas hidupnya menunjukkan mukjizat-mujizat dari Tuhannya. Kemudian orang-orang yang dianggap membunuhnya menyebarkan ajarannya? Terus kami harus percaya? Paling kalian bakal bilang ini mukjizat. Seandainya kalian yakin akan adanya ajaran yang benar tentu kalian harus siap menanggung resiko jika ajaran kalian salah! Berpikirlah, sebelum terlambat!

tn-komentar1

~
Ggggg,

Saya menghargai pendapat Anda. Saya amat senang bila Anda menyatakan untuk berpikir. Jelas, kegiatan berpikir merupakan kegiatan intelektual yang dapat dilakukan oleh siapapun. Tetapi saya berpendapat bahwa berpikir saja tidak cukup, tetapi diperlukan berpikir kritis. Pertanyaannya adalah apakah Anda berani untuk berpikir kritis, termasuk berpikir kritis terhadap Al-Quran yang telah menjamin Anda masuk neraka (Qs 19:71-72)?

Untuk menegaskan hal ini, maka saya mengajukan tiga pertanyaan kepada Anda dan berharap Anda menjawab salah satu pertanyaan saya di bawah ini:
1. Apakah Anda mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu macam perbudakan yang dijelaskan di atas? Silakan menjelaskan jawaban Anda.
2. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
3. Mengapa sebagian orang lebih senang hidup dalam perbudakan karena takut akan neraka? Jelaskanlah jawaban Anda.
~
Staff TN

Hendrik

~
Jawaban 1,2,3. Untuk surga dan neraka itu tahap awal dalam beragama, puncaknya adalah mencapai ridho, rahmat, dan syafaat. Jadi kau bahas ke sana agar kau dapat hidayah.

tn-komentar1

~
Hendrik,

Saya amat senang dengan kata ‘rahmat’. Sebab rahmat menunjukkan bahwa manusia perlu bergantung pada Allah, bukan pada upaya manusia untuk masuk sorga. Bila kita menceramti rahmat ini lebih lanjut, maka rahmat menjadikan manusia perlu mengharapkan Allah. Saya bertanya kepada Anda dan saya harap Anda menjawab salah satu pertanyaan di bawah ini:

1. Apakah Anda mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu macam perbudakan yang dijelaskan di atas? Silakan menjelaskan jawaban Anda.
2. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
3. Mengapa sebagian orang lebih senang hidup dalam perbudakan karena takut akan neraka? Jelaskanlah jawaban Anda.
~
Staff TN

Mr.nemo39

~
Apakah anda mempunyai agama? Apa agama anda?

tn-komentar1

~
Mr.Nemo39,

Saya tidak menekankan agama tertentu di forum ini. Bila agama yang disoroti dan ditekankan, maka ritual dan ritus agama menjadi salah satu yang ditekankan. Tetapi saya menekankan Isa Al-Masih sebagai yang utama dan terutama dalam forum ini. Itu sebabnya, saya mohon maaf tidak dapat menjawab pertanyaan Anda mengingat saya tidak menekankan agama tertentu di sini.

Saya berharap Anda kembali ke topik dengan menjawab salah satu pertanyaan saya:
1. Apakah Anda mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu macam perbudakan yang dijelaskan di atas? Silakan menjelaskan jawaban Anda.
2. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
3. Mengapa sebagian orang lebih senang hidup dalam perbudakan karena takut akan neraka? Jelaskanlah jawaban Anda.
~
Solihin

Ahmad muntaha

~
1. Tidak ada orang yang diperbudak neraka, orang beragama adalah merasa dirinya hamba dalam bahasan di sini budak, yang lebih arif adalah hamba.
2. Tidak ada ajaran agama Islam yang tertinggi adalah surga, yang tertinggi adalah Allah hidup mencari ridho, rahmat dan fadhol Allah, lain-lain termasuk surga adalah bonus.
3. No, bukan. Banyaklah belajar khususnya agama Islam kalau mau hudan petunjuk, dan ini barangkali sebagai hudan awal kalau mau belajar. Mohon maaf, cuma khawatir tulisan saja menjadi hal yang kurang manfaat sama awam.

tn-komentar1

~
Ahmad,

1. Saya menghargai pendapat Anda bila tidak ada orang yang diperbudak neraka. Saya mengajak Anda memikirkan hal ini lebih lanjut. Bila tidak ada yang diperbudak neraka, maka mengapa Anda dan Muslim lainnya beramal? Bukankah karena ada rasa takut terhadap neraka yang menyebabkan Anda mengamalkan kebaikan? Bukankah ketakutan memperbudak Anda?

2. Bagus sekali bila Allah yang menjadi tertinggi dalam Islam. Tetapi benarkah Allah yang tertinggi dalam Islam? Faktanya, seseorang beramal agar bisa masuk sorga. Dengan demikian, nampaknya amal merupakan tertinggi dalam Islam karena penentu Anda masuk sorga atau tidak.

3. Saya telah membaca literatur-literatur Islam, terutama Al-Quran, hadits, dan sirah nabawiyah. Saya tidak menemukan jalan keluar dari rasa takut pada neraka pada literatur-literatur Islam tersebut, kecuali kepastian masuk neraka. Pertanyaannya, mengapa tidak ada bukti konkret bahwa Islam pasti masuk sorga?
~
Staff TN

hitamputih

~
1. Saya tidak mengalaminya, dan perbudakan yang saya lihat saat ini adalah perbudakan di tempat kerja di mana pekerja terpaksa bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.
2. Saya beragama bukan takut neraka tetapi sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberi Allah SWT kepada saya. Neraka dan surga adalah hak prerogatif allah memberikan pada siapa yang dikehendakinya. Walaupun kita beribadah seribu tahun tanpa dosa setitikpun, tetapi jika allah tidak meridhoi seseorang masuk surga, niscaya tidak akan jadi dia ke suruh. Begitu juga sebaliknya.
3. Pertanyaan nomor tiga tidak bisa dijawab, karena korelasi antara hidup dalam perbudakan dan takut neraka bagi saya tidak bisa dihubungkan.

Terimakasih.

tn-komentar1

~
1. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan sebuah perbudakan. Apa definis perbudakan menurut Anda?

2. Betul sekali kalau sorga dan neraka adalah prerogatif Allah. Tetapi Allah telah memberikan jalan keluar agar manusia bisa masuk sorga. Jelas, Allah tidak menutup-nutupi jalan yang perlu diambil oleh manusia. Pertanyaannya, apakah Anda pasti masuk sorga? Mengapa? Tertulis dimanakah kepastian masuk sorga bagi Anda di Quran?

3. Sesungguhnya yang ditekankan adalah perbudakan manusia terhadap dosa. Bukankah itu pun bagian dari hidup? Bila Anda tidak hidup, maka Anda terhindar dari dosa. Setidaknya, karena Anda tidak pernah dilahirkan. Tetapi karena Anda dilahirkan dan hidup, maka neraka dan perbudakan dosa menjadi relevan untuk dibahas. Pertanyaannya, apakah Anda tidak memiliki pergulatan hidup yang menghantar saudara ke sorga atau neraka? Mohon pencerahan.
~
Staff TN

Bambang

~
Manusia dan jin diciptakan Allah memang untuk menjadi budak/hamba Allah, bukan budak neraka atau syurga. Tugas budak/hamba adalah taat pada majikan, dalam hal ini Allah sang pencipta. Allah berjanji yang tidak mungkin diingkari bahwa hamba yang taat, ikhlas/tulus kepada Allah akan diberi upah syurga. Hamba yang tidak taat, membangkang, sombong, maksiat akan dihukum dengan neraka.

Jadi yang pokok adalah keyakinan bahwa kita diciptakan Allah berarti kita adalah hamba Allah. Tugas kita taat pada Allah. Atau istilahnya mencari keridloan (kerelaan?) Allah. Banyak amal kebaikan tetapi tidak ikhlas karena Allah maka akan tertolak amalnya, tetapi sedikit amal yang ikhlas karena Allah maka akan diterima amalnya. Dalam realita tidak salah jika orang beramal dengan harapan dapat upah syurga, sebaliknya orang takut berbuat jahat (tidak taat) karena takut akan dihukum di neraka.

tn-komentar1

~
Persoalannya adalah manusia tidak taat pada Allah. Berapa banyak orang yang taat pada Allah sepenuhnya dan tidak pernah melanggar? Jelas, Anda pernah melanggar perintah Allah dan sering tidak taat. Hal ini cukup membaca Anda ke neraka sesuai dengan Qs 43:74, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam.” Anda bisa mencermati ayat tersebut. Ini membuktikan bahwa asumsi anda di atas tidak berdasar dan anda perlu memenuhi yang tertulis di Qs 43:74 dengan masuk neraka. Saya tanya Anda. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
~
Staff TN

Hendrik

~
Di agama Islam itu ada syafaat nabi Muhammad Saw untuk masuk Jannah. Bukan penjamin seperti keyakinan anda akan Isa Al-Masih. Yang diperkuat dengann doktrinisasi. Saya juga heran kenapa salib jadi simbol agama anda padahal itu lambang penyiksaan/alat siksa yang tak manusiawi. Ya, disitulah doktrin perasaan yang dibolak balik. Semisal pada 17 an Agustus Indonesia merdeka dengan bambu runcing Indonesia jadikan simbol perjuangan digapura. Jadi aneh jika penjajah Belanda menjadikan itu simbol mereka terusir dari Indonesia.

Jadi yang betul nabi Isa Al-Masih itu diangkat kelangit melalui ilmunya Allah swt. Kelak di akhir zaman akan diturunkan untuk mematahkan simbol yang membolak balikkan fakta. Tapi itu nalar keyakinan saya. Ini Indonesia kebebasan menjalankan agama dan kepercayaannya itu. Jika anda percaya jalankan jika tak percaya jangan. Di akhirat cuma ada dua tempat Jannah atau neraka. Jelas jangan neraka jadi pilihan atau di antaranya tidak ada. Amal didasari karena Allah SWT.

tn-komentar1

~
Menarik sekali tentang syafaat Muhammad. Bagaimana mungkin Muhammad dapat memberikan syafaat bila ia pun tidak tahu keselamatannya di akhirat? “Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan” (Qs 46:9).

Jelas, ini membuktikan kebingungan Muhammad. Saya tanya Anda. Apa anda yakin dan pasti mendapatkan syafaat dari Muhammad yang bingung tentang keselamatannya? Apakah ini berarti keselamatan anda tergantung pada Muhammad? Mengapa?
~
Staff TN

Hans

~
Jangan beriklan di website umum apalagi di website mayoritas pembaca Muslim. Nanti terjadi perpecahan karena Anda memaksakan sebar agama seperti ini. Silakan sebar iklan di kaummu sendiri, agar damai negara kita. Sangat jelas penjelasan Anda hanya ambil sebagian penggalan Al-Quran sesuai kebutuhan Anda tanpa mengerti keseluruhan agama Islam lalu menjelekkan Islam dan jauh dari kebenaran. Sangat buruk cara Anda. Bila Anda memang merasa benar. Sebut nama Anda dan dimana Anda bisa ditemui? Bila Anda memang merasa benar, Anda tak akan takut.

tn-komentar1

~
Hans,

Membaca artikel di atas merupakan upaya membagikan kebenaran sesungguhnya. Jika Anda mempelajari artikel di atas, maka artikel di atas tidak pernah menjelekkkan Islam. Untuk apa menjelekkan Islam? Hal itu tidak sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih untuk mengasihi sesama. Tetapi apakah memberitakan kebenaran dianggap sebagai menjelekkan Islam? Mengapa?
~
Staff TN

Abdullah

~
Bismillah,

Neraka merupakan bentuk keadilan Allah untuk makhluk-Nya. Coba penulis bayangkan, bila ada seseorang menodai istri penulis, membunuh anak-anak penulis, merampas harta penulis, kemudian dia bebas berkeliaran tidak dihukum sampai dia mati. Kemudian di akhirat nanti orang tersebut memasuki surga dengan bahagia, maka apakah penulis akan rela?

Takut terhadap neraka dan berbuat baik karena mengharapkan surga bukan tindakan tercela dan tidak perlu dibentur-benturkan. Dengan itu orang-orang menjauhi perbuatan buruk dan melakukan perbuatan baik dengan sesama manusia. Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada penulis dan keluarga. Wallahu a’lam

tn-komentar1

~
Saya setuju dengan Anda bahwa neraka adalah bentuk keadilan Allah. Neraka pun adalah tempat akhir dari keputusan Allah untuk menegakkan keadilan-Nya. Bila kita memikirkan hal ini lebih lanjut, maka neraka merupakan tempat bagi orang berdosa. Bukankah semua manusia berdosa? Anda dan saya pun berdosa. Dengan demikian, kita akan ditempatkan di neraka. Saya berterima kasih kepada Isa Al-Masih yang telah menyelamatkan saya dari neraka (Yohanes 10:28). Bagaimana dengan Anda? Apa Allah SWT akan menjamin Anda pasti masuk sorga? Dimana ditulis di Quran?
~
Staff TN

Satria

~
Ketakutan akan neraka diperbudak agama sehingga hidup didunia tidak hanya hidup mirip hewan dan binatang. Eropa dan amerika adalah test case gimana kristen dengan kebebasannya berkembang. Bukankah kehancuran peradapan manusia dimulai dari sana juga? Perkosaan, sex, sodomi, banyak anak yg tidak tau siapa bapaknya. Coba lihat di Indonesia, rata-rata pemegang bisnis haram pasti non Muslim, tanpa ada rasa malu, beda jika Muslim yang punya pasti malu jangan sampai ketahuan.

Jika tidak percaya atas hari penghakiman atas perbuatan di dunia, pasti sudah brutal mirip binatang hidup manusia di dunia. Jika menurut anda jesus adalah tuhan. Berarti perbuatannya mati di tiang salib adalah drama kebohongan. Dimana tuhan pasti tidak bisa mati, apalagi mati oleh manusia. Lihatlah ke angkasa, bumi ini cuma sebesar apa di alam semesta? Lalu di alam semesta sebesar apa? Di jaman Abraham Tuhan sudah tidak terima korban darah manusia. Cuma ujian buat Abraham. Pantaskah darah Tuhan menghapus dosa manusia?

tn-komentar1

~
Saya dapat memahami dan memaklumi pendapat Anda tersebut. Eropa dan Amerika bukan negara agama, melainkan negara sekuler sehingga tidak tepat mengarahkan pendapat saudara berdasarkan agama pada negara-negara tersebut. Membandingkan dan menilai negara-negara tersebut dengan Indonesia pun perlu dilakukan secara obyektif. Bukankah ulama Islam di Indonesia pun melakukan perzinahan sehingga ia kabur ke Arab? Jelas, perbandingan tersebut tidak dapat dilakukan karena semua orang berdosa, termasuk ulama.

Saya bertanya kepada Anda. Bila semua orang berdosa – Anda dan saya adalah berdosa – bagaimana cara Anda masuk sorga secara pasti? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Isa

~
Mohon maaf. Jika anda tidak tahu tentang makanan jangan bicara soal makanan. Dan jangan sekali-kali anda membuatnya sebelum anda tahu resepnya. Itu saja dari saya. Terima kasih

tn-komentar1

~
Isa,

Saya mengetahui resep makanan dan tahu cara membuatnya sehingga saya pun berani untuk membagikan kepada semua orang. Demikian saya pun tahu resep masuk sorga secara pasti dan saya telah mengalaminya. Itu sebabnya, saya hendak membagikannya di forum ini. Bila Anda tidak tahu, maka saya berpendapat bahwa saya setuju dengan Anda untuk tidak membagikannya kepada siapapun.

Saya bertanya kepada Anda. Tahukah Anda cara masuk sorga secara pasti? Bagaimana caranya? Ditulis dimanakah di Quran?
~
Staff TN

jok s

~
Jawaban
1. Saya tidak mengalami sendiri atau mengenal orang yang mengalami salah satu perbudakan yang dijelasakan diatas, tidak usah saya jelaskan, apa yang perlu dijelaskan karena tidak mengalami.

2. Saya beragama sebab saya lahir dari orang yang beragama, begitupun Anda beragama karena orang tua Anda beragama, kalau saja Anda lahir dari orang yang tidak beragama, mungkin Anda juga tidak beragama.

3. Hanya sebagian saja, sebagian dari sebagian, artinya tidak banyak dari sedikit saja, Anda di posisi sebagian yang mana? Sebagian yang sedikit itukah? Ayo mengaku

Jawaban tambahan untuk Anda jawab: 4. Puas?

tn-komentar1

~
1. Tidak perlu dijelaskan bila Anda tidak mengenal. Tetapi saya meyakini bahwa setiap orang mengalami perbudakan dosa. Entahkah itu dosa bohong, mencuri, percabulan, sombong, menonton film porno, dan sebagainya. Jelas, ini pun perbudakan, bukan?

2. Beragama adalah baik. Tetapi agama tidak dapat menyelamatkan Anda dari neraka. Saya bertanya kepada Anda. Apa agama Anda bisa menjamin Anda pasti masuk sorga? Mengapa?

3. Saya dulu pun pernah diperbudak oleh dosa. Tetapi sekarang saya telah dilepaskan dari dosa karena Isa Al-Masih. Isa Al-Masih menolong saya lepas dari dosa sehingga saya memiliki kepastian masuk sorga. Bagaimana dengan Anda? Apa Anda masih diperbudak dosa? Mengapa?
~
Staff TN

Pendengar Budiman

~
Pantaslahh orang Kristen berbuat sesuka hatinya. Mereka tak takut apapun. Berzina, minum-minuman keras, memperkosa, membunuh karena perbuatan di atas yang menanggung bukan mereka, tapi Tuhannya dan Allah tidak pernah memerintah kan kami untuk tidak berbuat di luar batas karena kami jadikan agama sebagai pedoman hidup dan jangan kau anggap kami budak agama, kami bukan budak tapi kami adalah hamba Allah.

tn-komentar1

~
Isa Al-Masih mengajarkan untuk menyayangi Allah dan sesama (Markus 12:30-31). Sikap dan tindakan menyayangi Allah dan sesama tidak akan senang untuk berbuat sesuka hatinya, termasuk minum minuman keras, memperkosa, membunuh, dan sebagainya. Sebaliknya, bukankah pengikut Isa Al-Masih telah melakukan kegiatan sosial dalam membantu banyak orang dan menghindari dosa? Saya bertanya kepada Anda. Apa Anda telah lepas dari dosa? Mengapa?
~
Staff TN

Mbah Kiyat

~
Neraka itu dimana, surga itu dimana ada yang bisa jelaskan? Janganlah sok tahu, menurutku agama adalah tuntunan untuk berbuat baik pada semua ciptaannya tanpa kecuali tidak membedakan agama, keyakinan, suku ras maupun bangsa. Semua agama mengajarkan kebaikan agar bisa masuk surga tapi sayangnya tidak dikasih tahu caranya, beramal? Itu di makam juga ada kotak amal, apa yang mati juga masih kurang amalnya? Jika kalian tidak kenal dirimu jangan harap mengerti surga.

tn-komentar1

~
Mbah Kiyat,

Anda mengajukan pertanyaan yang menarik dan tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Allah. Ketidaktahuan tentang sorga dan neraka bukan berarti menumpulkan kita untuk mencari dan menemukan kebenaran, bukan? Jelas, sorga dan neraka itu ada sekalipun tidak dapat dilihat secara kasat mata. Tetapi bukan itu inti dari artikel di atas. Inti artikel di atas adalah apakah kita beragama karena takut neraka?

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda beragama karena takut pada neraka atau karena sayang kepada Allah? Dapatkah Anda menjelaskan hal itu?
~
Staff TN

Bunda

~
Tidak ada komentar, karena apa yang kita yakini itu yang mengajarkan kebenaran. Anda mau mencari kebenaran yang bagaimana? Kebenaran yang membenarkan apa yang anda yakini benar atau kebenaran yang bahkan anda sendiri tidak tahu itu benar atau tidak, yakini yang menurut anda benar. Jika hanya membandingkan bukan kebenaran yang akan anda dapatkan tapi kesalahpahaman dan keegoisan atas kebenaran diri sendiri.

Alangkah bijaksana jika kita berfikir untuk saling menerima perbedaan. Jika fungsinya anda membuat artikel ini hanya untuk mencari kebenaran tentang apa yang anda anut, maka hanya akan ada perpecahan, apapun agama anda, pelajarilah, dalamilah tapi jika kamu tidak punya agama, maka pelajarilah dari satu orang yang kamu percaya.

tn-komentar1

~
Bunda,

Bila kita berbicara tentang kebenaran, maka kita harus mengetahui siapakah kebenaran itu? Dengan mengetahui siapakah kebenaran itu, maka kita akan memahami dan mengerti dimana posisi kita. Isa Al-Masih menyatakan bahwa Dia adalah “jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:6). Bila Isa Al-Masih adalah kebenaran, maka tolok ukur kebenaran itu adalah Isa Al-Masih. Isa Al-Masih memberikan kepastian masuk sorga kepada manusia (Yohanes 10:28).

Saya bertanya kepada Anda. Apa Allah SWT menjamin Anda pasti masuk sorga? Ditulis dimanakah dalam Al-Quran? Bagaimana?
~
Staff TN

didi riyadi

~
Analoginya aneh. Di contoh kasus, orang jadi berbuat jahat karena adanya suatu ancaman, sedang ketakutan akan neraka justru membuat seseorang menjadi baik, selalu di trek yang benar. Ini yang buat perumpamaan sekolah apa tidak?

tn-komentar1

~
Didi,

Realita demikian dapat saja dijumpai dimana pun. Bukankah itu adalah fakta yang tak dapat dihindari? Bila seseorang diancam untuk melakukan yang tidak sesuai dengan keinginannya, bukankah ia diperbudak oleh orang tersebut. Demikian juga bila seseorang beragama karena takut neraka, maka agama sedang memperbudak dirinya. Dengan demikian, yang bersangkutan beribadah bukan karena sayang kepada Allah, melainkan karena takut.

Saya bertanya kepada Anda. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
~
Staff TN

judas

~
Mabok, zinah, memperkosa, maling aman. Dosa sudah ada yang menebus. Enak sekali.

tn-komentar1

~
Saya amat senang bahwa Isa Al-Masih mengajarkan untuk menyayangi Allah dan sesama seperti diri sendiri. Ajaran Isa Al-Masih ini tidak memberikan ruang bagi siapapun yang telah menerima rahmat keselamatan untuk berbuat zinah, mabuk, memperkosa, atau apapun. Nampaknya pemikiran untuk bebas berbuat dosa muncul karena pikiran telah dikuasai dengan keinginan untuk berbuat zinah, memperkosa, dan sebagainya. Jelas, pemikiran ini keliru.

Sebaliknya, pemikiran yang benar adalah seseorang yang menerima rahmat keselamatan dapat menikmati hidup tanpa harus diperbudak lagi oleh keinginan untuk berzinah, mabuk, memperkosa, maling dan sebagainya. Saya bertanya kepada Anda. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
~
Staff TN

Bzeur

~
Surga dan Neraka bagi kami adalah mahluk yang diciptakan Allah SWT. Neraka dan Surga itu adalah hak penuh Allah SWT, dan bagi siapa-siapa yang ditempatkannya di sana, kami hanya takut dan berpasrah (tawakal) bukan pada mahluk atau ciptaan-ciptaan-Nya, kami takut hanya Kepada Tuhan Kami Yang Esa, yang tiada Tuhan selain Dia, yang satu tiada duanya, dan Dia adalah Allah SWT. Tuhan seluruh alam semesta.

tn-komentar1

~
Saya menghargai pendapat Anda bahwa sorga dan neraka adalah mahluk ciptaan. Walaupun tidak ada dasar untuk menyatakan demikian. Lagi pula, bila sorga dan neraka adalah mahluk, maka sorga dan neraka hidup. Dengan demikian, sorga dan neraka adalah bagian dari mahluk hidup. Artinya sorga dan neraka bergerak, bernafas, bertindak, dan sebagainya. Inikah yang dipahami oleh Anda dengan sorga dan neraka adalah mahluk hidup? Atau pandangan demikian hanya Anda terima dari ulama? Bagaimana?

Lebih lanjut, saya bertanya kepada Anda. Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
~
Staff TN

Satria

~
Jangan menutupi sejarah. Bukannya dulu Eropa dikuasai oleh gereja. Sekarang dengan tingkat kelahiran yang menurun drastis karena ajaran kebebasan. Dalam 500 tahun tanpa ada pengungsi yang masuk pasti bangsa Eropa bakal musnah dengan sendirinya. Karena tidak ada aturan yang jelas di dalam agamanya. Korban bapa suci yang katanya dipenuhi Roh Kudus bisa gogling ribuan anak-anak di dunia ini.

Kalau masalah ulama yang difitnah itu wajar saja. Kerana bertentangn dengan penguasa dan segala cara pasti dilakukan untuk mengamankan kekuasannya. Cuma anak bayi dan balita yang jika kesalahannya di tanggung orang tuanya. Jika sudah berakal dan bisa membedakan baik, buruk tidak mungkin orang tua yang ditahan polisi jika anda berbuat kesalahan. Di Bible perkataan Yesus sendiri bahwa pintu sorga sempit dia tidak punya kuasa menempatkan siapa yang berhak duduk di sebelah dia. Itu pertanda dia tidak punya kuasa atas sorga. Pengampunan dosa/mencapai sorga dalam Islam ada banyak cara.

tn-komentar1

~
Saya senang mempelajari sejarah. Bila Anda mempelajari sejarah, maka nampaknya kesimpulan Anda tidak valid. Saya bertanya kepada Anda. Dari sumber mana pernyataan Anda yang menyatakan bahwa tanpa adanya pengungsi yang masuk ke Eropa, maka Eropa bakal musnah? Lalu, mengapa para pengungsi datang ke Eropa? Bukankah mereka mencari penghidupan yang layak di Eropa? Mengapa harus hijrah dari negaranya dan menjadi pengungsi bila di negara asal mereka makmur? Jelas, kesimpulan Anda keliru dan tidak tepat. Mohon maaf untuk ini.

Sekarang saya bertanya. Apakah Islam memberikan kepastian masuk sorga? Tertulis dimanakah itu di Quran? Jelas banyak orang beragama karena takut neraka. Apakah itu sebabnya Anda beragama? Kalau tidak, menjelaskan rahasia Anda untuk kehilangan rasa takut neraka.
~
Staff TN