Mengapa Orang Beragama Takut Neraka?

orang takut akan neraka karena apiSiapa tidak takut neraka? Seorang dosen bertanya kepada mahasiswanya, berapa banyak di antara mereka yang melakukan aturan agama karena takut akan neraka. Lebih dari 60% mengangkat tangan. Mereka berkata, kesadaran akan adanya neraka menyebabkan mereka mengikuti aturan agamanya.

Secara spesifik, mengapa kita takut akan neraka? Bagaimana kita dapat menghilangkan ketakutan itu?

Menurut Ajaran Agama Mayoritas, Neraka itu Mengerikan!

Menurut hadist, dalam neraka ada 70ribu tali pengikat yang ditarik oleh 70ribu malaikat. Artinya, seorang tidak dapat melepaskan diri dari neraka. Api neraka 70 kali lebih panas dari api di dunia. Neraka juga sangat dalam. Menurut Nabi Islam batu yang jatuh ke neraka, akan sampai ke dasarnya sesudah jatuh selama 70 tahun.

orang takut akan neraka berdoa

“Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Sesungguhnya siksa penghuni neraka yang paling ringan adalah seseorang yang dipakaikan sepasang terompah yang terbuat dari api hingga otaknya mendidih sebagaimana mendidihnya air yang sedang direbus. Pada saat itu, orang tersebut mengira bahwasanya dialah orang yang mendapat siksaan yang paling pedih, padahal ia adalah penghuni neraka yang paling ringan siksanya” (Hadits Muslim. 8:149-150; 1:135).

Jika Anda takut akan neraka dan ingin terbebas, silakan email kami.

Agama-agama Abrahamik (Islam dan Nasrani) Mengakui Allah Maha-Suci

Salah satu nama indah Allah (Asma’ul Husna) ialah Al-Quddus.

bersih dari semua dosaDia-lah Allah . . . Yang Maha Suci . . . Senantiasa bertasbih kepada Allah . . . yang Maha Suci” (Qs 59:23, 62:1). Nabi Yesaya mendengar beberapa malaikat sorgawi berseru dalam Bait Allah, “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam . . .” (Kitab Nabi, Nabi Besar Yesaya 6:1-3).

Semua orang beragama tahu, karena Allah Al-Quddus, tidak mungkin mengijinkan orang yang kotor dengan dosa masuk sorga, tempat suci-Nya! Allah menyediakan neraka untuk orang berdosa!

Orang Beragama Tahu Neraka adalah Tempat Penghukuman Dosa

Para Mukmin setuju dengan kitab-kitab agama lain yang menekankan penghukuman bagi semua orang berdosa.

Al-Fatihah ayat keempat menjelaskan bahwa Allah “menguasai hari pembalasan [Māliki yawmi d-dīn].”

Jika seorang mengalami pembersihan dosa yang total sebelum meninggal dunia, ia tidak mungkin takut hari pembalasan atau neraka karena ia pasti ke sorga.

Pengalaman Seorang Ibu Islam yang Saleh Menghilangkan Ketakutan Neraka

wanita tidak takut wafat, meninggal dengan damaiSatu keluarga Indonesia bingung dan syok pada waktu ibunya meninggal dengan tentram dan penuh kedamaian. Ini jarang terjadi. Sebetulnya mereka tahu bahwa beberapa waktu sebelum ia meninggal ia dan minta Isa Al-Masih menjadi Juruselamatnya. Itulah sebabnya ia meninggal penuh damai.

Silakan mengemail kami cara Anda menghilangkan ketakutan akan neraka.

Injil Allah menjamin penyucian hati dari dosa. Jadi, karena pengorbanan Isa Al-Masih seorang dapat menerima hati baru yang suci. Akibatnya, ketakutan akan neraka hilang.

Anda dapat menukar ketakutan akan neraka dengan damai dan jaminan akan sorga, bila Anda percaya kepada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat Anda!

(Ditulis oleh: Jason Gilead)

[Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Takut Neraka.]

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf Takut Neraka berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah penganut agama-agama dunia, pada umumnya bebas dari ketakutan akan agama? Jelaskanlah jawaban Anda.
  2. Menurut agama Anda, apakah jalan melepaskan ketakutan akan neraka?
  3. Mengapa Allah rindu mebebaskan kita dari ketakutan akan neraka sehingga memungkinkan pelepasan dan pembersihan dari dosa melalui Isa Al-Masih?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas atau ketakutan akan neraka maaf bila terpaksa kami hapus.

Ditulis oleh: Jason Gilead

29
Meninggalkan Komentar

1000
15 Comment threads
14 Thread replies
3 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
15 Comment authors
  Subscribe  
Beritahulah
Gandhi Waluyan

~
Apakah Yesus tidak takut neraka? Jika membaca kitab Yohanes 17, sebenarnya Yesus juga takut masuk neraka. Dia berdoa agar dimuliakan. Berdoa agar murid-murid-Nya tidak masuk neraka karena telah mengenal Bapanya sebagai satu-satu-Nya Allah yang benar.

Apalagi jika kita telaah Matius 7:21, bahwa untuk tidak masuk neraka harus melakukan kehendak Bapa. Bukan mengikuti Yesus. Sebagai manusia yang dianugrahi akal, kita mesti menganalisa baik yang tersirat apalagi yang jelas tersurat dalam kitab suci seperti yang saya sertakan di atas.

tn-komentar1

~
Terimakasih Sdr. Gandhi untuk komentar penjelasan Anda.

Menurut KBBI, neraka adalah tempat penyiksaan dan kesengsaraan di alam akhirat yang diyakini oleh penganut agama samawi dan aliran kepercayaan. Terjemahan secara bebas, neraka adalah tempat penghakiman bagi orang berdosa.

Dari terjemahan di atas, rasanya mustahil bila Yesus takut neraka, sebab Dia tidak berdosa. Dan lagi, pada Yohanes 17:10 Yesus berkata, “segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku.” Kita tahu bahwa sorga dan neraka adalah milik Allah, yang artinya juga milik Yesus. Rasanya aneh bila Yesus takut kepada milik-Nya sendiri.

Yang Bapa kehendaki kita lakukan adalah mengikut Yesus. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [Yesus], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa [di neraka], melainkan beroleh hidup yang kekal [di sorga].”

Nah, bagaimana dengan Sdr. Gandhi sendiri. Apakah Anda tidak ada ketakutan akan neraka dan sudah merasa yakin pasti terhindar dari siksa neraka?
~
Staff TN

Anita

~
Jawaban atas tiga pertanyaan di atas:

1. Agama adalah petunjuk bagi manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Jadi agama sama sekali bukan hal yang perlu ditakuti, tapi justru sebaliknya agama adalah pembawa damai.

2. Jalan untuk melepaskan ketakutan terhadap neraka adalah melakukan apa yang diperintahkan agama, dan menghindari apa yang dilarang agama. Karena sekali lagi, agama bukanlah hal yang perlu ditakuti karena agama adalah petunjuk.

3. Karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

tn-komentar1

~
Terimakasih Sdri. Anita atas jawaban Anda.

Saya setuju dengan Anda bahwa “agama adalah petunjuk” bagi manusia.

Sayangnya, umumnya umat beragama hanya terpaku kepada “petunjuk” saja. Mereka lupa bertanya, “siapa” atau “apa” yang agama tunjukkan itu?

Apakah agama menunjukkan kepada amal dan ibadah sebagai penyelamat di akhirat? Sepertinya tidak! Sebagaimana hadist menuliskan, “Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. Belaka” (HSM 2412-2414).

Bila bukan amal, lalu siapa?

Salah satu perkataan Isa Al-Masih dalam Kitab Suci Injil menuliskan, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil Yohanes 8:12).

Isa berkata, Ia berkuasa menghindarkan seseorang dari kegelapan neraka dan membawanya kepada terang sorga Ilahi.

Tidakkah Anda tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut?
~
Staff TN

abdullah s

~
Di youtube ada fakta: Jin sukanya dibacain Kristus, tidak suka dibacai Al-Quran dan makin lemah saat dibacain terus. Artinya, jin/setan suka dan anti Islam. Berarti Islam yang benar.

tn-komentar1

~
Sdr. Abdullah,

Maaf komentar Anda saya edit supaya lebih fokus pembahasannya.

Anda mengutip informasi dari youtube dan menjadikan hal tersebut sebagai fakta yang mendukung bahwa Islam benar karena jin atau setan takut dibacai Al-Quran.

Saya secara pribadi tidak dapat mengatakan bahwa hal tersebut salah atau benar. Karena di zaman sekarang ini apa saja bisa di-upload di youtube, termasuk informasi yang benar atapun salah.

Sdr. Abdullah, jika Anda ingin mencari kebenaran tentang Allah, carilah di Kitab Allah. Bukan di tempat lain. Bertanyalah kepada Allah, bukan kepada jin/setan. Jadi, standard perbandingannya harus benar.

Salah satu ayat dalam Kitab Suci Injil memuat perkataan Isa tentang diri-Nya. Isa berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

Sementara di ayat lain menuliskan bahwa jin/iblis adalah bapa dari segala dusta (Injil Yohanes 8:44).

Jadi, siapa yang akan Sdr. Abdullah ikuti. Iblis/jin ataukah Isa Al-Masih yang telah menyatakan diri-Nya sebagai kebenaran?
~
Staff TN

sukoco

~
Membaca artikel anda, tersirat jelas betapa dahsyatnya ketakutan anda akan siksa neraka. Setiap agama punya rel dengan lokomotif sendiri. Jalani perintah agama anda sesuai yang anda yakini. Keikhlasan dalam beramal baik dan menjalankan perintah Allah SWT melalui petunjuk Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW. Pasti berakhir pula dengan kebaikan dunia dan akhirat. Cuma Allah yang tahu kadar keikhlasan manusia. Takutlah pada pemilik neraka. Cintailah pada pemilik surga.

Gandhi Waluyan

~
Saya ingin menanggapi tentang Yohanes 17:10, bahwa itu adalah pengakuan Yesus sepihak. Dalam ayat yang lain dia minta dimuliakan. Jika Yesus dianggap tidak berdosa sangat keliru. Saya melihat banyak ayat yang mengindikasikan Yesus berdosa. Misal, memerintahkan muridnya mencuri keledai. Itu adalah perbuatan dosa. Lalu Yesus pernah membentak ibunya.

Jadi, saya menyimpulkan Yesus juga takut neraka. Apalagi di akhir hayatnya dia sempat berteriak memanggil Allah yang dirasanya telah meninggalkan dia.

tn-komentar1

~
Menarik sekali pendapat Anda. Saya merasa tertarik untuk mengetahui hal ini lebih lanjut. Isa Al-Masih pernah berfirman, “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Yohanes 17:5). Bagaimana mungkin orang berdosa memiliki kemuliaan sebelum dunia ada?

Saya tanya kepada Anda. Bagian mana dari ayat Injil yang menyatakan Isa Al-Masih takut neraka? Saya harap Anda dapat membuktikan hal itu. Lagi pula, tuduhan Anda tentang pencurian tidak memiliki dasar sama sekali sebab Anda tidak memberikan bukti konkret mengenai itu.
~
Staff TN

Edisatria

~
Agama diturunkan Allah merupakan salah satu tanda kesayangan Allah terhadap ciptaan-Nya agar ciptaan-Nya terpelihara baik di dunia maupun diakhirat kalau kita ikut ajaran agama otomatis kita akan terpelihara dari neraka.

tn-komentar1

~
Benarkah agama diturunkan Allah? Jika agama diturunkan Allah, mengapa banyak agama yang berbeda? Apakah ini berarti banyak Allah? Coba Anda menyimak secara cermat asal usul agama agar Anda tidak mudah disesatkan.

Faktanya, banyak orang beragama tetapi bingung dan takut dengan neraka. Saya bertanya kepada Anda. Apakah Anda tidak takut pada neraka? Mengapa? Apakah Anda yakin dan pasti masuk sorga? Mengapa?
~
Staff TN

Nati Ramadhani

~
Kita ini manusia akhir zaman, dan nabi akhir zaman adalah Nabi Muhammad. Dalam Islam ada 6 rukun iman termasuk untuk iman/percaya pada kitab Allah Zabur, Taurat, Injil dan Al-Quran. Dalam Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa dikabarkan akan ada nabi terakhir. Dikabarkan lengkap dari siapa ayah ibunya, siapa yang menyusuinya dll.

Tapi karena umat Nabi Isa tidak mau ada nabi lain selain nabi mereka. Mereka mengurangi isi dari kitab Injil, dan Injil sudah musnah. Tapi Allah maha besar, dalam Al-Quran semua itu dijelaskan kembali, agar orang percaya bahwa Al-Quran itu benar. Makanya dipilihlah seorang
yang diangkat menjadi nabi, dia yang tidak bisa baca tulis.

tn-komentar1

~
Dongeng seperti di atas memang sudah tersebar umum pada khalayak umat Muslim. Yang namanya dongeng, jelas kebenaran tidak dapat dibuktikan, bukan?

Kalaulah memang benar ada orang yang ingin merubah Kitab Injil, menurut Anda apakah Allah akan membiarkan firman-Nya dimusnahkan oleh manusia? Masak Allah tidak sanggup menjaga keutuhan firman-Nya? Bila kitab-Nya saja tidak sanggup Ia jaga, bagaimana mungkin Ia dapat menjaga manusia dari kejahatan iblis?

Kadang-kadang, rasa ketakutan seseorang akan neraka membuatnya tidak berani untuk menyelidiki apa yang ia imani. Alhasil, ia mengimani tanpa tahu kebenarannya. Kami berharap Sdr. Nati Ramadhani tidak termasuk dalam golongan orang-orang seperti itu.
~
Staff TN

Abdullah

~
Mari, masuklah ke dalam Islam secara kaffah. Tinggalkan agama lain selain Islam. Inna-ddiina ‘indallaahil Islam. Sesungguhnya agama yang di-ridhoi oleh Allah SWT adalah agama Islam. Tinggalkan website yang menyesatkan ini. Aku berlindung kepada Allah SWT, semoga tidak ada Muslim yang terjebak membaca dan terpengaruh link yang menyesatkan ini.

tn-komentar1

~
Jika Islam adalah agama yang diridhoi Allah SWT, kenapa Al-Quran menyatakan, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71). Bagaimana mungkin memeluk Islam tetapi dijamin pasti masuk neraka? Jelas, ini tidak masuk akal.

Saya hanya ingin yang pasti-pasti saja. Jika Islam bisa memberikan jaminan pasti masuk sorga, maka silakan Anda menyebutkan ayat dalam Al-Quran yang menjamin Muslim pasti masuk sorga. Bagaimana menurut Anda?
~
Staff TN

Likk666

~
Tiap-tiap insan akan mendatangi neraka dan itu sudah ketentuan Allah SWT. Tapi datang bukan brarti masuk ke dalam neraka itu. Artinya neraka itu diperlihatkan kepada semua manusia, yang selamat ya masuk surga yg celaka masuk neraka. Jangan sempit pemikirannya. Karena ayat di atas tidak mengatakan semua masuk neraka tapi hanya mengatakan mendatangi bukan memasukinya. Paham anda?

Staff TN

~
Saya bisa memahami pemahaman Anda mengingat Anda tidak memerhatikan konteks ayat itu. Bila Anda membaca konteks ayat itu, maka tidak ada kemungkinan jalan-jalan di akhirat. Ada jurang antara neraka dan sorga yang tidak mungkin terseberangi. Bukankah itu yang digambarkan dalam jembatan sirathal mustaqim? Bila terdapat jurang antara sorga dan neraka, bagaimana mungkin mendatangi bukan berarti masuk neraka? Apa Anda ingin jalan-jalan sore ke neraka? Saya harap Anda dapat memberikan penjelasan yang logis dan rasional.
~
Staff TN

Fachrul

~
Masuk neraka atau tidak adalah pilihan. Agama memfasilitasinya. Ikut Nabi Muhammad SAW. Atau Yesus juga pilihan. Yang mana yang benar silahkan dipilih, pelajari dan imani.

Staff TN

~
Tepat sekali yang disampaikan oleh Anda. Memang masuk sorga atau neraka adalah pilihan. Tentu di dunia ini adalah keputusan yang perlu diambil untuk membuat pilihan yang benar. Dengan demikian, kita tidak keliru dan tidak merugi. Karena itu, adalah baik untuk mempelajari dan berani berpikir kritis terhadap setiap ajaran yang telah diajarkan agar tidak tersesat.

Saya mau bertanya kepada Anda. Jika sebuah agama memberikan kepastian masuk neraka, maka dapatkah ajaran itu disebut ajaran yang benar? Mengapa?
~
Staff TN

Yudhaprawiro

~
Setiap orang takut akan neraka, kalau sudah ada yang menebus dosa, kenapa takut mati? Bukankah sudah dijamin masuk surga? Kenapa takut pergi ke surga? Kenapa Yesus harus mati menebus dosa Manusia?

Staff TN

~
Pengikut Isa Al-Masih telah dijamin pasti untuk masuk sorga oleh Isa Al-Masih. Tetapi bukan berarti setelah dijamin masuk sorga harus secepatnya mati. Jelas, pemikiran demikian adalah pemikiran keliru, seolah-olah tidak ada yang dapat dikerjakan di dunia ini. Justru pekerjaan di dunia ini penting sekali mengingat banyak orang yang belum percaya pada Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari neraka. Sebab tidak ada yang layak untuk menebus manusia dari neraka, kecuali Pribadi yang suci. Itu sebabnya, kurban yang telah difirmankan Allah kepada Nabi Musa digenapi dalam Pribadi Isa Al-Masih. Pertanyaan untuk saudara. Bagaimana cara Allah SWT menyelamatkan Anda dari neraka? Pastikah Allah SWT memasukkan Anda ke sorga? Mengapa?
~
Staff TN

Saha wae

~
Neraka itu ciptaanNya! “Siapa saja yang takut kpda selain Allah maka celakalah kamu”. Takut pada neraka (ciptaannya) atau sama Allah (pencipta)?

tn-komentar1

~
Pertanyaan yang menarik. Banyak orang takut sama neraka karena neraka adalah tempat penyiksaan manusia berdosa. Uniknya, Al-Quran menyatakan, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71). Di samping itu, Al-Quran menyatakan, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam” (Qs 43:74).

Nah, kalau kita mencermati ayat-ayat tersebut, maka adalah wajar manusia takut neraka. Saya kira ada perbedaan makna antara takut neraka dengan takut kepada Allah. Takut neraka memiliki makna takut untuk disiksa. Sedangkan takut kepada Allah merupakan rasa hormat dan kekaguman serta pengagungan kepada Allah.
~
Staff TN

Ronaldo

~
Saya Muslim. Ada beberapa tingkatan dalam Islam. Syariat, thoriqot, hakikat dan makrifat. Pada tingkatan marifat sudah tiada batas kedekatan dengan Tuhannya. Dan saya sudah berada di level ini dan memang Tuhan itu tunggal. Jadi Dia menguasai segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada satupun yang menyamai-Nya. Dia tak terbatas. Dia indah. Dia begitu dominan. Cobalah baca Qur’an. Semua rahasia ada di situ.

Bagi yang masih awam, please baca saja Qur’an terjemahan. Semua ada di situ. Tinggal orang berdoa saja. Jika masih kalau anda Kristen wajar jika Anda masih bingung dengan keyakinan Trinitas. Tuhan koq maaf punya anak, dsb. Balik lagi baca ke surat Al-Ikhlas. Gambaran Gusti Allah di Al ikhlas itu. Saya bisa melukis. Cuma kalau melukis Tuhan, Gusti Allah saya tidak bisa. Bagaimana saya bisa melukis Tuhan seluruh alam? Dia raja di alam ruh, di alam dunia, alam kubur, akhirat. Jangan sampai manusia bisa menggambar Dzat.

tn-komentar1

~
Saya senang bahwa Anda memiliki hubungan yang amat dekat dengan Tuhan tanpa ada batasan lagi. Tentu hubungan ini melandaskan Anda tidak takut akan neraka, bukan? Sebab saya berpikir bahwa orang yang dekat dengan Tuhan pasti memiliki keyakinan pasti masuk sorga dan tidak takut neraka lagi. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda takut neraka? Mengapa? Dapatkah Anda menjelaskannya?

Umat Kristen tidak pernah memiliki pemikiran bahwa Tuhan memiliki anak secara biologis. Jelas, ini adalah pemikiran yang sesat. Sebab Allah tidak mungkin berhubungan intim dengan manusia sehingga ia memiliki anak. Tetapi bukankah Allah dapat memiliki anak tanpa harus beristri? Dalam arti, anak di sini bersifat figuratif.
~
Staff TN

Muhammad Johan

~
Terkadang saya sendiri juga bingung, kenapa kita harus sebegitu mengharapkannya dengan surga dan sebegitu takutnya akan neraka? Namun kalau dilihat dari satu sisi memang wajar karena surga adalah kenikmatan dan neraka adalah siksaan. Dan pertanyaannya adalah kita melakukan amal ini dan itu, menghindari makan babi dan alkohol dan lain lain hanya karena ingin surga dan takut neraka? Lalu dimana Allahnya?

Ibaratkan kita yang seorang rakyat jelata hanya berbuat baik dan mengaku cinta pada sang raja itu demi mendapatkan harta sang raja saja. Sekali lagi hanya demi mendapatkan harta sang raja, padahal sang raja amat menyayangi rakyatnya dengan segenap hati. Lalu dengan bangganya kita menganggap diri kita adalah seorang alim/kudus atau apalah hanya karena kita berbuat baik demi surga dan takut neraka?

tn-komentar1

~
Anda memberikan pernyataan yang menarik. Kebaikan seseorang tidak dapat memasukkan dirinya ke sorga. Sebab kebaikan hanya merupakan ekspresi dari bentuk ketakutan itu sendiri. Bila manusia takut neraka, maka segala upaya dilakukan agar tidak masuk neraka. Bila manusia telah memiliki jaminan pasti masuk sorga, maka kebaikan dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah. Saya bertanya kepada Anda. Apakah Anda dan yang lain melakukan kebaikan karena wujud syukur atas keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih? Mengapa?
~
Staff TN

Muhammad Johan

~
Jika anda bertanya saya berbuat baik untuk siapa? Maka jawabannya sama sekali bukan untuk Al-Masih. Saya berbuat baik karena saya sadar Tuhan tidak hanya ada dalam tiga wujud seperti yang anda percayai, namun Tuhan ada di semua wujud yang bisa dilihat maupun yang kasat mata, seperti yang dikatakan Allah. “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan hanya kepada-Nya lah kami kembali”

Ibaratkan seseorang yang ingin membersihkan ujung jarinya yang terluka dengan membasuhkan air hangat dilukanya, begitulah alasan Allah meletakan hamba-Nya di neraka. Si jari tentu saja merasa sakit ketika lukanya dibasuh air hangat, namun tentu saja orang yang memiliki jari tersebut juga merasakannya. Maka kebaikan apapun yang saya lakukan maka saya lakukan demi Tuhan saya, ketika saya melihat kucing kelaparan, maka saya sadar Allah SWT ingin meminta makanan. Ketika saya melihat teman saya kesusahan, maka saya sadari Allah SWT sedang butuh bantuan, karena saya berusaha tuk mencintai-Nya dengan jalan saya.

tn-komentar1

~
Menarik juga pemikiran Anda bahwa Allah SWT membutuhkan pertolongan dari manusia. Ilustrasi kucing kelaparan dan teman kesusahan menunjukkan hal itu. Jika Anda melakukan sesuatu bukan untuk Isa Al-Masih, maka hal itu adalah hak Anda. Sebab segala kebaikan adalah baik menurut pandangannya sendiri. Tetapi apakah hal itu yang dikehendaki Allah agar Anda masuk sorga? Bukankah perbuatan baik yang dilakukan merupakan indikasi bahwa Anda takut neraka?

Kami bertanya kepada Anda. Menurut agama Anda, apakah jalan melepaskan ketakutan akan neraka? Bagaimana menurut Anda? Mohon menjelaskan dengan mencantumkan dalil-dalil yang jelas.
~
Staff TN